​Dengan Telemedicine Dokter Memeriksa Pasien Tak Perlu Bertemu

Jajaran Pejabat Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Menunjukkan Alat Canggih Telemedicine Yang Segera Akan Dikembangkan Di Gunungkidul. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Teknologi kesehatan mulai dikembangkan secara khusus di Kabupaten Gunungkidul. Seperti halnya pemanfaatan teknologi informasi atau dikenal dengan Telemedicine.
Teknologi ini diharapkan dapat memudahkan pelayanan kesehatan terutama untuk warga yang tinggal di pelosok.

Hal ini memungkinkan dokter dan pasien tak perlu lagi bertemu, cukup berhubungan melalui Telemedicine.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan, Telemedicine merupakan sistem pelayanan kesehatan yang memungkinkan paramedis atau dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, meski melalui jarak jauh. Tak hanya konsultasi kesehatan saja, kondisi fisik pasien mulai denyut nadi hingga tekanan darah dapat terpantau secara waktu nyata.

“Alat ini dapat berfungsi dengan baik apabila disokong dengan sambungan internet. Masyarakat yang tinggal jauh dari akses kesehatan, dapat mudah melakukan konsultasi kesehatan dengan paramedis,” ujar Dewi, Minggu (1/10/2017).

Dewi mengatakan, tak hanya sekedar konsultasi kesehatan saja, namun dokter juga dapat memeriksa kondisi fisik pasien secara langsung.

Bahkan dokter juga dapat mendengarkan denyut jantung, tekanan darah, berat badan dari pasien secara langsung.
Hal tersebut dimungkinkan dengan pemanfaatan telemedicine.

Dokter berkomunikasi melalui video conference camera, terkait pemeriksaan fisik pasien. 
Sementara itu juga terdapat alat deteksi jantung, timbangan, stetoskop, tensimeter, semuanya dilengkapi teknologi bluetooth, datanya langsung terkirim dan dimonitor oleh dokter melalui komputer tablet yang telah disediakan.

“Tak masalah dokternya sedang bertugas di Wonosari, sementara pasien ada di Rongkop sana. Pelayanan kesehatan dapat diberikan dimana saja,” ungkapnya.

Penerapan Telemedicine pun cukup mudah, pasien cukup datang ke fasilitas kesehatan terdekat, kemudian seorang perawat akan menyambungkan dokter dengan pasien.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik melalui video call conference, kemudian memeriksa denyut jantung, tekanan darah, berat badan.

Dokter tinggal melakukan diagnosa, dan menuliskan resep untuk pasien.

“Masyarakat yang memerlukan konsultasi kesehatan, penanganan kasus, sampai penulisan resep dapat menggunakan komunikasi jarak jauh dengan panggilan gambar atau video call, bahkan sampai mendengar detak jantung secara langsung bisa,” tutupnya. (Bayu)

Related Post