​Diduga Ada Penyimpangan Gas Melon, ORI DIY Peringatkan Dinas

501 views

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY melayangkan surat kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul. Isi surat tersebut  mempertanyakan adanya dugaan distribusi gas elpiji bersubsidi kepada sejumlah pengusaha.

Kepala Perwakilan ORI DIY, Budhi Masturi mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti adanya berita dugaan distribusi gas elpiji bersubsidi  kepada pengusaha di Gunungkidul. Distribusi gas elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi kepada sejumlah pengusaha non Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jelas-jelas melanggar peraturan. Pasalnya gas elpiji bersubsidi tersebut khusus hanya untuk warga miskin.

“Kami sudah kirimkan surat ke Disperindag Gunungkidul untuk meminta klarifikasi apakah benar berita itu. Jangan sampai yang menikmati subsidi malah pengusaha dengan modal besar,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Jumat(17/3/2017).

Sementara itu, Kasi Metrologi dan Perlindungan Kosumen, Disperindag Gunungkidul, Supriyadi membenarkan adanya surat dari Perwakilan ORI DIY. Surat tersebut memang mempertanyakan perihal distribusi gas elpiji bersubsidi yang diduga dinikmati oleh pengusaha. Dia mengaku sedang menysun jawaban dan klarifikasi untuk sejumlah pernyataan dari Perwakilan ORI DIY yang dinilainya tidak semuanya benar. “Kami sedang menyusun jawaban tertulis untuk mengklarifikasi surat dari Ombudsman itu,” kata Supriyadi.

Salah satu yang dia klarifikasi adalah adanya dugaan pembelian 60 tabung gas bersubsidi setiap hari oleh sejumlah pengusaha. Padahal kata dia hal itu tidak sepenuhnya benar. Sejumlah pengusaha seperti peternak ayam tidak lantas melakukan pembelian perhari 60 tabung gas bersubidi. Namun 60 tabung tersebut dihabiskan dalam satu masa produksi.

”Waktu kami melakukan pengawan di salah satu usaha yang cukup besar di Wonosari itu. Selain kami tanya maslah izin usaha kami juga tanya masalah penggunaan gas elpiji bersubsidi. Mereka ada yang mengaku menghabiskan lima tabung gas bersubsidi per hari,” ungkapnya.

Pihaknya kini terus melakukan sosialisasi perihal distribusi gas bersubsidi agar tetap sasaran. Dalam sepekan terakhir pihaknya mengaku gencar mengadakan sosialisasi ke desa-desa dengan mengahadirkan agen dan pangkalan gas elpiji bersubsidi. (Bayu)

Related Post