​Pemkab Gelar Sosialisasi RAD

Pemkab Melakukan Sosialisasi Rencana Aksi Daerah (RAD) di Gedung Pemkab. (Foto: Santi)

Gunungkidulpost.com – Wonosari –  Berdasarkan undang-undang No.23 Tahun 2014 tentang pelayanan air minum dan sanitasi, Pemerintah Daerah wajib menyusun penetapan target jangka menengah dan target tahunan. Menyusun strategi, program serta rencana anggaran. 

Selain itu juga menetapkan sumber pembiayaan. Untuk itu Kelompok Kerja (Pokja) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kabupaten Gunungkidul berkumpul untuk mensosialisasikan mengenai Rencana Aksi Daerah (RAD) bidang AMPL Selasa, (5/09) di Ruang Rapat V Setda Gunungkidul.

“RAD AMPL adalah rencana daerah dalam penyediaan pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan untuk periode 5 tahun,” jelas Sri Agus Wahyono, Sekretaris 1 Bapeda.

Adapun fungsi dari RAD AMPL adalah instrumen pengembangan kapasitas pelayanan air minum dan sanitasi dengan pendekatan berbasis masyarakat dan pendekatan kelembagaan. Selain itu, rencana ini merupakan acuan penetapan target tambahan akses air minum dan sanitasi untuk setiap tahun yang dilengkapi dengan indikasi target jumlah desa lokasi pengembangan  Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan sanitasi melalui pembangunan baru, perluasan dan peningkatan kinerja.
Dikatakan Agus, RAD AMPL harus memuat sesuai dengan kebijakan dan strategi pengembangan SPAM dan sanitasi daerah sebagaimana dalam RPJMD.  Saat ini program kunci RAD AMPL mencakup perkotaan maupun pedesaan.

“Program yang telah kita siapkan diantaranya pembangunan SPAM baru, perluasan SPAM, dan peningkatan kinerja SPAM,” jelas Agus.

Peningkatan akses penggunaan sanitasi yang layak, pemicuan perubahan prilaku menuju Stop Buang Air Besar Sembarangan, pengelolaan lingkungan untuk konservasi sumber air baku, hingga program penguatan kelembagaan pengelolaan pelayanan air minum dan sanitasi di tingkat masyarakat dan Kabupaten adalah program utama yang telah disiapkan.

“Target kita di 2019 nanti adalah 100% air minum aman dan 100% sanitasi aman, sedangkan 2020 dan 2021 merupakan tahun pemantapan, peningkatan kualitas dan keberlanjutan,”  papar Agus.

Penyusunan RAD AMPL diharapkan dapat diintregitaskan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

“Memberikan akses air minum dan sanitasi yang baik kepada masyarakat berarti memperbaiki masa depan bangsa dan negara,” tutur Agus.

Sementara itu, Ir. Asman Latif, Asisten II Sekretaris Daerah Gunungkidul menyampaikan bahwa memberikan akses kepada masyarakat terhadap sumber air layak adalah sebuah tantangan, sedangkan menjaga keberlanjutan agar sarana ait bersih tetap berfungsi dengan baik adalah hal yang tidak boleh dilupakan.

“Semoga program ini memiliki substansi yang baik dan dapat di komunikasikan dengan para pengambil keputusan perencanaan dan penganggaran,” tuturnya.

Dengan ini, program akan mendapat dukungan kesepakatan sebagi program prioritas untuk dimuat dalam dokumen RKPD dan APBD. (Santi)

Related Post