​Pemkab Gunungkidul Siap Kembangkan 13 Geosit

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono Saat Menemui Wartawan. (Foto: Bayu)


Gunungkidulpost.com – Wonosari – Geopark Gunungsewu akan menghadapi revalidasi dari UNESCO, terkait status keanggotaannya pada jaringan geopark global yang diakui dunia atau UNESCO Global Geopark.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, Geopark Gunungsewu menyatakan kesiapannya untuk menghadapi revalidasi tahun 2019 mendatang. Syarat-syarat pun telah terpenuhi, mulai dari pengembangan fisik seperti pembangunan infrastruktur sampai pemberdayaan masyarakat yang ada di sekitar Geopark.

“Sebanyak 13 geosite yang ada di Gunungsewu akan dikembangkan, sehingga keseluruhan dapat terbentuk menjadi satu kesatuan Geopark yang berkembang,” ujar Harry, Minggu (1/10/2017).

Dia mengatakan, pembangunan fisik diantaranya, dengan pengembangan infrastruktur di geosite di Ngingrong, Museum Batu atau Stone Garden yang menjadi etalase geopark, dan infrastruktur pendukung lain.

“Pemberdayaan masyarakat disekitar Geopark seperti pengelolaan cokelat oleh masyarakat di sekitar Gunung Api Purba Nglanggeran,” ujar Harry.

Hingga kini baru dua dari 22 Geopark di Indonesia yang diakui oleh dunia melalui keanggotaannya pada UNESCO Global Geopark, yakni Geopark Gunung Batur yang ada di Bali, dan satu lagi Geopark Gunungsewu yang ada di tiga kabupaten, Gunungkidul, Wonogiri dan Pacitan.

“Harapannya agar Gunungsewu tetap menjadi Geopark yang diakui oleh dunia, dengan begitu dapat menjadi kebanggaan bagi Indonesia, juga Gunungkidul, dapat membawa dampak positif untuk pariwisata,” tutupnya. (Bayu)

Related Post