​Pemkab Siapkan Lahan Ratusan Hektar Untuk Sektor Pertanian

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mendorong optimalisasi lahan kering untuk ditanami cabai, bawang merah dan bawang putih.
Pemkab melalui Dinas Pertanian dan Pangan terus mendorong ratusan hektar lahan yang telah disiapkan untuk perluasan lahan pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan sebagian besar areal pertanian di Gunungkidul merupakan lahan tadah hujan. Oleh sebab itu, pemerintah mendorong petani untuk mulai memaksimalkan lahan kering untuk  ditanami palawija.

“Kita canangkan gerakan menanam cabai, dan bawang. Untuk cabai sendiri telah disiapkan lahan 116 hektare,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Minggu (16/7/2017).

Melalaui program tersebut, sekarang petani mengoptimalkan lahan dengan sedikit air untuk mengembangkan komoditas seperti cabai, bawang merah dan bawang putih. Namun demikian, menanam palawija menurutnya tidak mudah. Minimnya pasokan air dan persoalan klasik, yakni jatuhnya harga pada saat musim panen masih menghantui petani.

Menyikapi sejumlah persoalan ini, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul memberikan dukungan  dengan sejumlah program bantuan. Tahun ini dan tahun depan akan ada bantuan meliputi pembagian bibit, pupuk organik dan plastik mulsa.

“Tahun ini bantuan bawang merah sebanyak 50 ton benih untuk 50 hektare di 41 kelompok yang tersebar di sejumlah wilayah,” ungkapnya.

Ketua Kelompok Tani Gemah Ripah, Dusun Logandeng, Sungkono mengatakan dengan adanya bantuan dari pemerintah, dia berharap Desa Logandeng kembali menjadi sentra palawija. 

“Dulu dikenal sebagai sentra benghasil bawang putih. Namun sekarang sudah tidak lagi. Ada banyak persoalan, salah satunya saluran air rusak,” bebernya.

Menurut dia, pada musim kemarau seperti saat ini, petani di desanya mau tidak mau akhirnya menanam palawija. Pada musim tanam ke tiga seperti sekarang ketersediaan air tidak merata.

“Belum lagi kendala lahan pertanian. Di sini tanah liat, mungkin pemerintah dapat pengadaan mesin pertanian,” pungkasnya. (Bayu)

Related Post