​Peringati Hari Batik Nasional, Warga Kepek Mulai Kembangkan Motif Baru

 

Warga Kepek I Desa Kepek, Wonosari Mulai Kembangkan Motif Batik Baru. (Foto: Bayu)


Gunungkidulpost.com – Wonosari – Memperingati hari Batik Nasional yang jatuh pada Senin (2/10) Pengrajin di Kabupaten Gunungkidul, berhasil  mengembangkan motif-motif baru untuk memperluas pasar pada tahun 2017. 
Salah seorang pengrajin batik Paguyuban Bertaman Budi Kepek l, Christina Sumarni mengatakan, para perajin batik di wilayah tersebut mulai mengembangkan beberapa motif baru. Selain motif batik Gendis, kali ini mulai mengembangkan motif baru batik tulis dan kaos batik.

“Motif-motif baru tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasar dan saat ini kami mulai mengembangkan kaos bati,” katanya kepada Gunungkidulpost.com.

Lebih lanjut, pengrajin batik yang juga pensiunan Guru SD tersebut saat ini  mampu memproduksi ratusan kain batik per bulan, tergantung pemesanan dan tingkat kesulitan motif batiknya. 
Harga per potong batik tulis dibandrol mulai Rp 125 – Rp 350 ribu. Sedangkan harga per kaos dibandrol Rp 250 ribu.

“Semua harga tergantung kualitas kain dan tingkat kesulitan motif batik,” bebernya.

Menurut Sumarni, sebagian besar ibu-ibu mulai menekuni batik khas kepek l ini. Hal itu merupakan wujud kerjasama warga dengan pendamping sekaligus pencetus batik Gendis, Dwi Lestari.

“Kami selalu didampingan oleh salah satu pakar sekaligus pencetus Batik Gendis. Sehingga mampu mengembangkan motif-motif baru hingga sekarang,” paparnya.

Sementara itu, salah satu pengrajin lainnya sekaligus pencetus Batik Gendis, Dwi Lestari berharap Hari Batik Nasional yang jatuh pada hari ini pemerintah terus mengupayakan penggalakan pemakaian batik lokal agar produksi bisa ditingkatkan. Dia pun juga berharap ada ruang promosi khusus untuk mengenalkan produk unggulan batik lokal di Gunungkidul.

“Harapan kami semoga kami diberi ruang promosi sehingga lebih dikenal dan pemerintah membantu mengenalkan produk batik lokal yang ada di Gunungkidul,” ungkap Dwi. (Bayu)

Related Post