​Tenaga PAUD Dapat Gaji Dari Dana Desa

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Selain diprioritaskan untuk pembangunan fisik, dana desa juga dialokasikan guna memberikan honor kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 

Kepala Desa Rejosari, Kecamatan Semin, Paliyo mengatakan sejak dua tahun terakhir pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk gaji guru PAUD. Pertama kali dianggarkan pada 2015 lalu, setiap guru PAUD mendapatkan gaji sebesar Rp50 ribu. Kemudian pada 2016 dinaikkan menjadi Rp100 ribu. Sedangkan untuk 2017 ini, kata dia sudah disepakati adanya peningkatan honor menjadi Rp150 setiap bulan.

“Ada sembilan guru PAUD di Rejosari, dan mereka semua dapat gaji dari dana desa,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Rabu (15/3).

Terpisah, Kepala Desa Logandeng, Kecamatan Playen, Hardi juga mengatakan hal demikian. Selama kurang lebih dua tahun terakhir, 18 guru PAUD yang mengajar di enam PAUD di Desa Logandeng mendapatkan gaji Rp100 ribu per bulan dari dana desa.

Selain guru PAUD, sejumlah kader desa juga mendapatkan gaji Rp35 ribu per bulan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dari dana desa tersebut. Namun dia mengakui dari total Rp700 juta dana desa pada 2016, sebagian besar masih untuk anggaran pembangunan fisik.

“Pada 2017 ini naik menjadi Rp900 juta dan masih sama alokasinya, kebanyakan untuk pembangunan fisik seperti pembangunan talud dan saluran irigasi pertanian,” ujarnya.

Namun untuk pencairan dana desa tahap pertama pada 2017 ini, pihaknya masih menunggu. Pasalnya dari jadwal pencairan semula yang jatuh pada April, dipastikan molor. “Untuk dana desa tahun 2017 ini molor dan guru Paud kami humbau untuk bersabar,” pungkasnya. (Bayu)

Related Post