10 Pasar Segera Direhap, Pemkab Siapkan Anggaran Rp 6 Miliar

384 views
image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Revitalisasi 10 pasar di Gunungkidul kini sudah akan memasuki tahap lelang untuk pembangunan fisik. Dalam proyek tersebut menghabiskan dana total anggaran hampir Rp6 Miliar.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Sulatif mengatakan, saat ini proyek revitalisasi pasar sudah akan masuk proses lelang. Dari seluruh pasar yang akan direvitalisasi semuanya sudah selesai dibuat desain detail perencanaan.

Kendati demikian, pihaknya mengakui belum semua dokumen lelang dibuat.“Baru ada empat pasar yang dokumen lelangnya sudah masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP). Untuk lainnya akhir Maret akan masuk dan April akan dilelang semuanya,” katanya, Kamis (9/3/2017).

Berdasarkan jadwal yang ditentukan, selama akhir Maret sampai awal April seluruh dokumen lelang akan masuk ke ULP. Sementara jadwal pembangunan fisik rencananya akan dilakukan pada Mei 2017 mendatang. Namun pembangunan fisik yang dilakukan di 10 pasar tersebut akan sesuai dengan tingkat kerusakan masing-masing.

Sehingga anggaran yang disiapakan untuk masing-masing pasar, besaranya juga berbeda-beda. Adapun anggaran revitalisasi dari mulai yang tertinggi adalah Pasar Ngawen yakni, sebesar Rp3 miliar, Pasar Nglipar Rp1,015 Miliar, Pasar Siyono harjo Rp1 miliar, Pasar Baran Rp600 juta, Pasar Ngrancak Rp600 juta, Pasar Jimbaran Rp500 juta, Pasar Argosari Rp500 juta, Pasar Trowono Rp200 juta, Pasar Mentel Rp135 juta,dan Pasar Playen Rp130 juta.

Sulatif menambahkan, Pasar Ngawen membutuhkan anggaran paling besar lantaran revitalisasi dilakukan secara menyeluruh. “Kalau itu [Pasar Ngawen] memang renovasi total. Dan lokasinya harus pindah, mundur sekitar 10 meter dari jalan raya,” tambahnya.

Sementara Itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Hidayat mengatakan, revitalisasi pasar dilakukan untuk memperbaiki sejumlah pasar. Pasalnya diketahui ada beberapa pasar bangunannya yang sudah mulai rusak.

Oleh sebab itu, perlu adanya revitalisasi yang meliputi pembangunan fisik maupun pembangunan non fisik di 10 pasar tersebut. “Untuk pembangunan fisik, kami lakukan perbaikan dan penambahan fasilitas pada pasar, kalau untuk non fisik kami merancang desain detail perencanaan untuk pembangunan pasar,” ujar Hidayat.

Ia berharap, pembangunan pasar dapat selesai secara merata. Hal ini demi mendongkrak perekonomian warga masyarakat Gunungkidul dan meningkatkan persaingan pasar  tradisional di era modern. Sehingga pihaknya menyiapkan anggaran yang dibutuhkan untuk revitalisasi tersebut. “Selain dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat, dan juga APBD 2017, anggaran juga didapat dari bantuan provinsi,” katanya. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post