385,2 Hektar Lahan Padi Terancam Gagal Panen

108 views
image

Kondisi Lahan Pertanian Yang Rusak Akibat Bencana Banjir. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Bencana banjir dan tanah longsor menyisakan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, salah satunya adalah pemulihan lahan pertanian yang terkena banjir.

Selain itu bantuan kepada para petani pun sangat diharapkan lantaran kondisinya yang mengalami gagal panen. Diketahui bahwa 1471,4 hektare luas lahan pertanian di Gunungkidul, 385,2 hektare lahan padi diantaranya mengalami puso atau gagal panen.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Raharjo Yuwono melanjutkan, bencana banjir kemarin yang terjadi di Gunungkidul juga sempat merendam 622,5 hektare lahan jagung milik petani, dan diperkirakan yang mengalami gagal panen ada sekitar 402,2 hektare.

“Lahan kedelai yang terendam ada 13,3 hektare, dan gagal panen juga 13,3 hektare, kemudian lahan ubi kayu ada 346,5 hektare yang terendam, puso 197,7 hektare,” katanya kepada wartawan, Rabu (13/12/2017).

Pihaknya sudah melaporkan kerusakan yang terjadi akibat banjir kemarin kepada Bupati Gunungkidul, Provinsi, dan juga ke Pusat.

Berbagai upaya telah dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul diantaranya dengan memberikan bantuan sulam benih padi dan jagung kepada petani.

“Total benih padi inpari enam dan inpari 33 ada sejumlah satu ton bantuan dari BPTP DIY, dan total benih jagung sejumlah satu ton dengan varitas Bisma. Benih jagung tersebut berasal dari anggaran Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul,” ungkap Raharjo.

Pihaknya pun sudah mendistribusikan benih jagung ke enam kecamatan yang ada di wilayah Gunungkidul. Adapun enam kecamatan tersebut meliputi, Rongkop, Girisubo, Semanu, Tepus, Tanjungsari, dan Nglipar. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post