45.230 Warga Gunungkidul Mulai Kesulitan Air Bersih

image

Droping Air Bersih Mulai Dilakukan Untuk Memenuhi Kebutuhan Warga Pesisir Gunungkidul. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Ribuan warga di Kabupaten Gunungkidul mulai kekurangan air bersih. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai menyalurkan air bersih di beberapa wilayah kecamatan.

Sejak 3 bulan terakhir tercatat sebanyak 45.230 jiwa masyarakat Gunungkidul kesulitan air bersih lantaran faktor cuaca.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo menyampaikan, saat ini permintaan droping air bersih telah dilakukan ke 7 kecamatan, adapun kecamatan yakni Panggang, Purwosari, Tepus, Tanjungsari, Paliyan, Rongkop, dan Girisubo. Meliputi 32 desa meliputi 254 padukuhan dengan jumlah kepala Keluarga 9.046, dan 45.230 jiwa.

“Hari ini kita melakukan droping air di 32 desa,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (10/7/2017).

Data tersebut diperoleh dari pendataan masing-masing kecamatan, atas permintaan dari desa yang sudah mengalami kekeringan. Tahun anggaran 2017, BPBD mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 600 juta untuk droping air. 

“Tahun ini kita alokasikan anggaran sebesar Rp 600 juta. Dan harapan kami semoga dapat tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Dendi Prasetya warga desa Jerukwudel, mengaku dalam beberapa minggu terakhir sudah membeli 2 tangki seharga Rp 110 per tangkinya. Dirinya berharap Pemkab membantu menyediakan droping air bersih ke berbagai wilayah kekeringan yang ada di Gunungkidul.

“Saya bisa membeli sampai 10 tangki jika memasuki musim kemarau dan per tangkinya bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan selama 3 minggu,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post