ACT DIY Bantu Droping Air Untuk Warga Gunungkidul

252 views

Gunungkidulpost.com – Semanu – Beberapa wilayah di Kabupaten Gunungkidul saat ini tengah mengalami kekeringan yaitu kecamatan Rongkop, Tepus, Semin, Tanjungsari, Saptosari, Ponjong, Nglipar, Panggang, Semanu, Gedangsari dan Purwosari.

Saat musim kemarau tiba, biasanya masyarakat di Gunungkidul hanya mengandalkan belik (mata air sungai) yang dari pemukiman untuk digunakan keperluan keluarga dan ternak, sehingga kondisi tersebut mengganggu aktifitas masyarakat dan produktifitas peternakan mereka.

Sebagai contoh, seperti yang terjadi di Desa Pacarejo, Kecamtan Semanu. Masyarakat mengandalkan sumur galian yang sudah mulai mengering, sebagian sudah membeli air sejak awal bulan juli, dan sebagian lagi bertahan dengan mengambil air dari jerigen dari dusun sebelah.

Melihat permasalahan yang menghawatirkan tersebut, Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY mencoba mengurai permasalahan air bersih bersih dengan melakukan dropping air bersih dan pembangunan wakaf sumur.

Kepala Cabang ACT DIY, Agus Budi Hariyadi menyampaikan, dropping air bersih merupakan program rutin tahunan yang dilakukan ACT DIY, yaitu program mensyuplai air bersih menggunakan armada truk tangki kapasitas 5000 liter.

“Rencananya dropping air bersih di Gunungkidul akan dilakukan mulai rabu (25/07) mendatang, dengan tahap awal sebanyak 200 truk tangki dan akan ditambah sesuai kebutuhan”, kata Agus.

Adapun tempat-tempat yang menjadi sasaran awal dropping air bersih adalah Kecamatan Girisubo, Semanu, Paliyan, Ponjong dan Gedangsari dengan harapan per truk tangki dapat mencukupi 30-50 KK untuk satu pekan.

Sementara Wakaf Sumur merupakan program jangka panjang Global Wakaf – ACT DIY, melalui amanah para donatur dengan membangunkan sumur bor di titik-titik rawan kekeringan di Gunungkidul.

“Harapannya dengan adanya program droping air bersih dan wakaf sumur, masyarakat Gunungkidul dapat terbantukan terutama untuk masalah air bersih yang telah melanda sejak beberapa bulan terakhir“ tambahnya.

Sampai dengan saat ini program wakaf sumur di Yogyakarta telah berjalan di 8 titik, satu berada di wilayah Kota dan tujuh titik lainnya berada di Kabupaten Gunungkidul. Global Wakaf ACT DIY berkomitmen untuk terus membangun dua sampai empat wakaf sumur setiap bulan di wilayah DIY.

“Semoga dengan adanya wakaf sumur permasalahan kekeringan dan ketersediaan air bersih di Yogyakarta khususnya di Gunungkidul dapat teratasi,” tutupnya. (Santi)

Related Post