Akses Jalan Curam Jadi Penghambat Pariwisata Disisi Utara Gunungkidul

152 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kesulitan mengembangkan sektor pariwisata diwilayah sisi utara.

Pasalanya, akses yang curam menjadi alasan tersendatnya perkembangan wilayah dikawasan tersebut.

Tetapi hingga saat ini pun, masih sedikit wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

Dalam hal ini, Dinas Pariwisata Gunungkidul juga mengakui bahwa untuk mengembangkan kawasan wisata utara Gunungkidul mengalami hambatan satu di antaranya adalah akses jalan yang curam.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti menuturkan daerah utara Kabupaten Gunungkidul memiliki berbagai potensi wisata seperti Embung Sriten, Gunung Gambar, Gunung Gentong (4g) dan juga Gunung Api Purba Ngelanggeran.

“Kami telah mencoba kembangkan wisata utara seperti 4g memang akses jalan belum begitu bagus,” katanya, Rabu (28/8/2019) kemarin.

Pihaknya terus melakukan penetrasi pengembangan daerah 4G dengan membentuk kelompok sadar wisata(pokdarwis).
Selain itu, sarana dan prasarana juga telah dibantu oleh Dinas Pariwisata DIY.

“Kami juga akan melakukan pembangunan di sana kalau anggaran disetujui pada tahun 2020 yang akan menjadikan 4g destinasi baru yang pantas untuk dikunjungi,” ujarnya.

Sedangkan untuk Embung Sriten saat ini sudah mulai menggeliat dengan adanya beberapa event yang sudah digelar di Embung Sriten, seperti Festival Sriten untuk budaya dan paralayang yang sudah dilaksanakan pada minggu ke tiga bulan Agustus ini.

“Mungkin ada even-even lain yang diselenggarakan disana mengingat lokasinya sangat bagus untuk paralayang,” ungkapnya.

Ia juga tidak menampik saat ini kunjungan wisata sebanyak 90 persen masih berada di pantai.

“Memang yang jadi masalah adalah akses, Sriten memang benar sudah dibangun aksesnya cuma hanya untuk kendaraan kecil tidak mungkin bus besar masuk,” ucapnya.

Tak hanya Sriten, hal serupa juga terjadi di lokasi wisata Gunung Gambar yang memiliki akses jalan sangat curam.

“Memang ada wacana membangun jalan dari Sriten, Gunung Gambar dan lainnya dan saat ini mencoba dibuat Desain Enggineering Desain (DED) kalau itu wacana sudah berkembang 2-3 tahun lalu,” paparnya. (Bayu)

Related Post