Aksi GTT/PTT Mulai Mendapatkan Tekanan Dan Ancaman Dari Sekolah

52 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Para Guru Tidak Tetap (GTT), dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) mulai medapat ancaman dari sekolah lantaran mengikuti aksi izin tidak mengajar yang dilangsungkan sejak tanggal 15 lalu.

Para honorer tersebut mengaku mendapatkan intimidasi dari pihak sekolah hingga bahkan diancam untuk dikeluarkan dari sekolah mereka masing-masing.

Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul, Aris Wijayanto, mengatakan rencana izin tidak masuk kerja akan dilaksanakan sesuai rencana yaitu sampai dengan tanggal 31 Oktober 2018 mendatang. Namun hingga saat ini ada beberapa GTT maupun PTT yang mendapatkan intimidasi dari pihak sekolah akan dikeluarkan.

“Inti dari intimidasinya adalah jika tidak cepat-cepat menyudahi gerakan izin tidak mengajar lebih baik keluar dari sekolah,” ujarnya, Selasa (16/10/2018).

Atas kejadian tersebut pihak Forum FHSN akan segera melakukan rapat koordinasi dengan koordinator dimasing-masing kecamatan. Disinggung mengenai sekolah mana yang mengintimidasi GTT dan PTT saat melakukan aksi izin tidak mengajar ia enggan mengatakannya.

“Soal sekolah mana yang mengintimidasi pokoknya ada. Bahkan teman kami mendapatkan ancaman juga,” tandas Aris.

Aris mengatakan aksi izin tidak mengajar merupakan bentuk protes atas kebijakan pemerintah pusat bukan protes ke pemerintah daerah.

Ia menilai Permenpan no 36 tahun 2018 yang disahkan sangat diskriminatif terhadap guru honorer dan tenaga kependidikan.

“Adanya pembatasan umur maksimal 35 menurut kami sangat diskriminatif,” katanya.

Pihaknya mendesak agar pemerintah pusat mencabut Permenpan no 36 tahun 2018, serta hentikan rekruitmen CPNS jalur umum.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan kejadian intimidasi oleh satu diantara sekolah merupakan salah komunikasi.

Menurutnya aksi FHSN sudah didengar oleh pemerintah pusat dan akan segera ditindaklanjuti.

“Itu kemungkinan miss komunikasi, saya berkeyakinan aksi izin tidak mengajar tidak akan lama. Dan saya harap GTT maupun PTT segera kembali kesekolah,” tutup dia. (Bayu)

Related Post