Aksi Simpatik, Puluhan Suporter PSIM di Gunungkidul Bagikan Takjil

image

Puluhan Suporter PSIM Gelar Aksi Simpatik. (Foto: Istimewa)

Gunungkidulpost.com – Playen – Puluhan suporter PSIM Yogyakarta, melakukan aksi simpatik pada pengguna jalan Wonosari – Yogyakata dengan berbagi makanan berbuka untuk masyarakat Gunungkidul khususnya. Diharapkan dengan melakukan bagi takjil ini bisa bermanfaat bagi pengendara yang belum sempat berbuka puasa.

Ketua Laskar NDAS TAWON, Alditsa Febri saat ditemui Gunungkidulpost dilokasi aksi mengatakan, dengan pengumpulan dana sukarela para anggota laskar, bisa terbentuk aksi bagi takjil ini. Setidaknya ada ratusan paket makanan dan minuman yang dibagikan untuk pengguna jalan Jogja – Wonosari, tepatnya di perempatan Desa Gading, Playen, Gunungkidul, Minggu (18/6).

“Selain bertujuan untuk membantu pengguna jalan yang belum menyempatkan berbuka puasa, aksi ini juga bertujuan untuk menghilangkan stigma negatif masyarakat yang selama ini melekat pada suporter sepakbola,” kata Febri.

Ia menambahkan, meski baru pertamakali dilakukan oleh laskar Ndas Tawon (nduwek’ane suporter mataram wonosari), aksi bagi takjil ini mendapat respon positif oleh masyarakat.

“Beberapa masyarakat menyambut positif aksi bagi takjil ini. Kedepannya, aksi bagi takjil ini menjadi agenda rutin laskar NDAS TAWON. Kita juga merencanakan kegiatan – kegiatan lain untuk bulan ramadhan berikutnya,” kata Febri.

Salah satu pengguna jalan, Fauzi mengatakan, aksi yang dilakukan pendukung sepakbola kebanggaan Yogyakarta ini sangat bermanfaat bagi para pengguna jalan yang belum sempat berbuka puasa.

“Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan secara rutin setiap bulan Ramadhan, dan tidak hanya dilakukan sekali ini saja,” harapnya.

Sementara itu, pengguna jalan lain, Wibowo mengatakan, aksi positif yang dilakukan pendukung PSIM ini bisa menjadi contoh untuk para suporter sepakbola lain.

“Pandangan masyarat yang melekat selama ini bagi para pendukung sepakbola adalah anarkis, namun dengan agenda seperti ini bisa menghilangkan stigma negatif masyarakat,” imbuhnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post