Akte Kematian Belum familiar

image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Womosari – Akta kematian sampai saat ini masih kurang familiar di tengah masyarakat khususnya di Gunungkidul.

Sebagian masyarakat menganggap bahwa mengurus akta kematian hanyalah soal sepele, padahal itu fungsinya tidak kalah penting dengan surat kependudukan lainnya seperti akta kelahiran, e-KTP atau Kartu Keluarga.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil, Eko Subiantoro, menurutnya akta kematian merupakan bukti sah mengenai setatus kematian saeorang yang diperlukan sebagai dasar pembagian hak waris, penetapan setatus janda atau duda pasangan yang di tinggalkan, pengurusan asuransi, pensiun, perbankan dan masih banyak lagi.

Eko mengatakan, untuk saat ini, khusus tahun 2017 penerbitan akta kematian di Gunungkidul luar biasa di banding tahun sebelumnya.

“Ini tentu didukung dari kesadaran masyarakat dan juga lembaga pelayanan publik yang lain yang sudah mensyaratkan akta kematian,sehingga surat keterangan kematian dari desa tidak lagi berlaku,” jelas Eko Selasa, (11/7/2017).

Dengan ini pihak Disdukcapil mengaku banyak kemudahan dalam pengurusannya, seperti tidak ada denda keterlambatan laporan dan lain sebagainya.
Lebih detail Eko menjelaskan bahwa pentingnya akta kematian yaitu  agar data penduduk itu valid.

“Jangan sampai orang yang  sudah meninggal tapi datanya masih hidup, ini tentu akan membuat data penduduk tidak valid,” terang Eko.

Menurut Eko, data yang tidak valid membuat tidak tepatnya sasaran dalam program pembangunan.

“Contoh tidak tepat sasaran lainnya misalnya dalam pemberian bantuan kepada masyarakat, dalam pesta demokrasi,orang sudah meninggal masih dapat undangan nyoblos,” imbuhnya.

Untuk itu, Disdukcapil Gunungkidul menghimbau kepada masyarakat untuk segera membuat akta kematian terhadap kerabatnya atau keluarganya yang telah meninggal dunia. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post