Alat Peraga Kampanye Dirusak, PDIP Lapor Ke Bawaslu

356 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
PDIP Kabupaten Gunungkidul melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait pengrusakan Alat Peraga Pampanye (APK) jenis rontek dengan caleg DPRD DIY Dapil Yogyakarta 7 Wahyu Pradana Ade Putra.

Diduga APK tersebut dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Namun hingga Senin (4/2) lalu, perusakan rontek secara masif mencapa puluhan merata di semua dapil di Kabupaten Gunungkidul.

Bidang Media Badan Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gunungkidul, FX Endro Tri Guntoro mengatakan pihaknya telah melaporkan pengrusakan APK ini ke Bawaslu.

“Kami belum mengetahui pelaku dan motif dugaan perusakan rontek secara masif menyerang Caleg DIY Wahyu Pradana Ade Putra ini. Kami serahkan penuh ini pada pihak berwenang,” FX Endro Tri Guntoro usai melaporkan kejadian ke Bawaslu Gunungkidul, Senin (4/2/2019).

Menurut Endro, awal diketahuinya dugaan perusakan rontek dari lokasi di wilayah kecamatan Semanu. Di sepanjang jalan utama menuju telaga Jonge ini rontek bergambar caleg DIY PDIP nomor urut 3 sobek bagian wajah mirip goresan benda tajam. karena jumlah kerusakannya banyak, Endro melakukan koordinasi dengan BP Pemilu dan relawan untuk melakukan pengecekan di dapil masing-masing. Hasilnya, dugaan perusakan secara sengaja ini juga ditemui di wilayah Karangmojo, Wonosari, Playen.

“Maka kami yakin ini bukan kerusakan yang tidak disengaja. Ini harus menjadi perhatian serius Bawaslu juga pihak kepolisian,” ucap Endro.

Pelaporan PDIP ke Bawaslu dilakukan setelah adanya koordinasi jajaran Pengurus DPC, BP Pemilu juga bidang hukum DPD PDIP DIY yang tidak mendapatkan ada masalah internal partainya. Pelaporan ke Bawaslu sebagai upaya mematuhui penegakan hukum pidana pemilu. terlebih, imbuh Endro, rontek yang diduga dirusak orang ini terpasang dengan cara benar dan di lokasi yang benar.

“Masalah ini kami serahkan sepenuhnya ke pihak berwenang yakni Bawaslu dan Gakkumdu yang didalamnya ada peran kepolisan yang memiliki kewenangan penyelidikan,” lanjutnya.

PDIP mengajak seluruh kader, relawan, dan simpatisan PDIP dapat menahan diri atas kejadiam dugaan perusakan rontek dan tidak terpancing mengambil tindakan-tindakan diluar mekanisme hukum yang justru bisa berdampak merugikan.

Diakui Endro, pelaporan ke Bawaslu terdapat hal yang menyulitkan pihak terlapor. Belum adanya titik terang pelaku perusakan diketahui pihak pelapor menjadi hambatan bagi Bawaslu melangkah.

“Kami mendorong Bawaslu bisa melibatkan kepolisian untuk melakukan kewangannya dalam penyelidikan,” tutup Endro. (G2)

Related Post