Ancaman Abrasi Di Pantai Gunungkidul Masih Rendah

464 views



Gunungkidulpost.com – Wonosari – Cuaca ekstrim berdampak terjadinya abrasi di kawasan pesisir pantai. Namun tingkat ancaman abrasi tersebut sampai sekarang diyakini masih rendah, sehingga aktivitas masyarakat masih berjalan seperti biasa.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono mengatakan, jika di wilayah pesisir pantai selatan terdapat tiga titik yang terancam abrasi diantaranya, pantai Krakal, Baron kecamatan Tanjungsari dan Somadeng kecamatan Tepus. Dari tiga pantai tersebut, pantai Somadeng dan Krakal yang paling parah, hal itu disebabkan karena tidak adanya pohon perindang. Selain itu juga terjadi karena tanah yang tergerus oleh air hujan.

“Memang untuk saluran pembuangan masih belum baik, dengan begitu tanah yang terkisis semakin dalam. Untungnya masyakat selalu bekerja bakti setiap minggunya sehingga tanah yang tergerus tidak semakin parah,” katanya, Kamis (29/9/2016).

Sedangkan menurut Marjono, terjadinya abrasi di pantai baron tak karen adanya gabungan dari aliran air dari sungai bawah tanah dan ombak yang datang dari laut. Sehingga faktor tersebut membuat alur sungai bawah berubah-ubah. “Kalau yang bahaya saat aliran sungai menuju ke timur,” ujarnya.

Marjono mengungkapkan, aliran sungai yang menuju ke timur itu harus diwaspadai, sebab itu aliran itu bisa mengancam nyawa masyarakat ataupun wisatawan yang tidak bisa berenang. “Biasanya aliran itu akan muncul bersamaan gundukan pasir yang menyerupai pulau karena terpisah dengan aliran sungai,” paparnya

Marjono menjelaskan, hal itu membuat wisatawan menjadi penasaran sehingga tertarik melakukan penyeberangan. Dengan begitu, disampingbbahaya karena arus yang kuat juga memilik kedalaman mencapai tiga meter. “Untuk itu masyarakat diharapkan hati-hati, nanti bisa hanyut,” pungkasnya. (Nena)

Related Post