Anggaran Jalur Alternatif Gading-Gedangsari Membengkak

263 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Harga tanah hingga Rp 1 juta per meter membuat perkiraan anggaran yang digunakan lahan jalur alternatif Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari menuju Desa Gading, Kecamatan Playen membengkak.

Sekretaris Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Petarung) Gunungkidul, Mahartati mengatakan anggaran yang semula Rp 20 miliar membengkak hingga Rp 37 miliar.

“Saat penganggaran hanya melihat dari perkiraan luas dan nilai harga tanah tetapi tim appraisal memiliki penilaian sendiri,” katanya, Jumat (24/8/2018) kemarin.

Ia mengatakan tim appraisal tidak hanya menilai luas tanah tetapi juga menilai dari sisi sosial.

“Perhitungannya cukup rumit seperti hitung-hitungan lama rumah, tempat usaha, tidak hanya itu saja tetapi juga tanaman di sekitar lokasi juga diperhitungkan,” katanya.

Ia mengaku saat pembebasan lahan sempat mendapatkan komplain dari masyarakat berkaitan dengan nilai ganti rugi.

“Saat ini pembebasan lahan dari Desa Ngalang hingga Gading sedang berlangsung, berkaitan dengan proteswarga semua sudah beres,” katanya.

Mahartati menjelaskan bahwa harga tanah dibagi menjadi tiga zona.

Zona tersebut mencakup kawasan dekat Bandara Gading, kawasan hutan, dan jalan nasional Yogyakarta-Wonosari.

“Dengan adanya pembagian zona maka besaran nilai ganti rugi berbeda-beda. Yang terendah Rp 180 ribu per meter yang paling mahal Rp 1 juta per meter,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi (kasi) Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan untuk pengerjaan jalur alternatif dari propinsi sedangkan pemerintah kabupaten mengerjakan pembebasan tanah.

“Untuk pembebasan lahan ranah kami sedangkan untuk pengerjaan propinsi yang menangani,” pungkasnya. (Bayu)

Related Post