Angka Kekerasan Seksual Di Gunungkidul Tinggi, Anak-anak Dan Difabel Jadi Korban

807 views

Ilustrasi.net

​Gunungkidulpost.com – Wonosari – Angka kekerasan seksual pada perempuan dan anak di Gunungkidul tergolong tinggi. Sepanjang tahun 2016 mencapai ratusan kasus, yang tak hanya menimpa orang dewasa, namun juga anak dibawah umur. Bahkan penyandang disabilitas juga ikut menjadi korban. 

Divisi Pengorganisasian Masyarakat dan Advokasi Rifka Annisa, Thontowi mengatakan, berdasarakn data Rifka Annisa, di DIY selama 2009 sampai 2016 terjadi 394 kasus. Sedangkan untuk wilayah Gunungkidul sejak 2010 hingga 2016 mencapai 159 kasus. Catatan tersebut, hanya bagi korban yang melaporankan kejadian.

“Sebenarnya ada banyak kasus yang dimungkinkan terjadi. Mayoritas para korban sendiri tidak  melaporkan kasus yang menimpanya,” katanya, Senin (2/1/2017).

Thontowi menjelaskan, bentuk kekerasan seksual yang terjadi sepanjang tahun 2016 ini, bahkan disertai pembunuhan secara sadis terhadap korban. Sehingga hal tersebut yang menjadi alat bukti lemahnya penanganan kekerasan seksual di lembaga penegak hukum. 

“Dari sosiologis masyarakat, masih menempatkan masalah kekerasan seksual di ranah moral dan kesusilaan. Bukan melihat sebagai kejahatan tubuh dan melemahkan korban untuk mendapatkan keadilan.” ujarnya.

Melihat angka kekerasan seksual yang semakin bertambah, Thontowi berharap agar para korban memperoleh keadilan dengan dilakukan pengesahan Undang-Undangn Kekerasan Seksual. Dengan begitu, pihaknya akan ikut andil memberikan solusi perlindungan hukum terhadap korban kekerasan. 

“Untuk itu, diharapkan pemerintah mengajukan usulan ke DPR RI untuk segera mengesahkan Undang-Undang Kekeraan Seksual mengingat jumlahnya meningkat. Dengan UU tersebut korban mendapatkan penanganan untuk menjamin keadilan,” jelasnya. (Nena)

Related Post