Angka Kematian Ibu Hamil Masih Tinggi

31 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mencatat bahwa angka kematian ibu hamil hingga saat ini masih tinggi.

Hal itu terlihat dari adanya 5 kasus kematian ibu hamil pada bulan Agustus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawati mengatakan, kasus ibu hamil meninggal memang masih tinggi dan hal itu dipengaruhi oleh beberapa faktor.

“Sebagian dipicu oleh penyakit yang tidak ada hubungannya langsung dengan kehamilan, seperti jantung, tumor, yang memiliki resiko kematian tinggi,” kata Dewi, Jumat (10/8/2018).

Ia menjelaskan untuk menekan angka kematian ibu (AKI) adalah dengan pendekatan keluarga, dengan cara mendekatkan akses kesehatan ke keluarga.

Menurut Dewi, dari beberapa kasus yang ditemui memang terbanyak dari perbatasan.

“Banyak pasien rujukan, ketika pasien dirujuk kebetulan rujukannya berada di Gunungkidul,” tuturnya.

Meski angka kematian ibu hamil di wilayahnya tinggi, namun jika dibanding dengan skala nasional jumlahnya lebih sedikit.

“Target nasional adalah pencegahan kasus ibu hamil harus 100 persen, artinya ibu hamil harus selamat,” ucap Dewi.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Gunungkidul Triyana mengatakan kasus AKI tidak hanya dialami oleh ibu muda maupun kelahirah pertama. Lebih lanjut, jika ada perempuan yang terlanjur hamil pada usia muda perlu pemantauan intensif oleh dokter spesialis kandungan.

“Pemicu AKI bisa saja umur ibu yang masih terlalu muda, belum mencukupi untuk melahirkan,” ungkap Triyana. (G1)

Related Post