Angka Kriminal Di Gunungkidul Meningkat

176 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Menjelang liburan Natal dan Tahun Baru, angka kriminalitas di Kabupaten Gunungkidul meningkat.

Tercatat data dari Polres Gunungkidul angka kriminalitas di bulan Oktober hingga November meningkat pesat.

Menurut data dari Polres Gunungkidul pada bulan Oktober 2018 terjadi 19 kali kasus kriminal, sedangkan pada bulan November mengalami peningkatan hingga menyentuh angka 31 kasus kriminalitas. Sedangkan pada Desember menurut Kapolres hampir setiap hari ada laporan kasus Kriminal.

“Polres Gunungkidul menjamin keamanan warga Gunungkidul maupun wisatawan jelang hari raya Natal dan libur tahun baru mendatang ,” kata Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady, Kamis (20/12/2018).

Untuk mengamankan peringatan hari raya Natal dan Tahun Baru, pihaknya menyiagakan Tim khusus berjumlah 30 personel yang akan disebar di tiap-tiap Polsek.

Angka kriminalitas naik disinyalir karena jelang hari raya Natal dan Tahun Baru banyak masyarakat yang membutuhkan dana berlebih untuk perayaan.

Selain tim pengamanan pihaknya juga akan terjunkan tim siber pungli, mengingat di Kabupaten Gunungkidul saat liburan Natal dan Tahun Baru sering dijumpai ‘pak ogah’ di jalan-jalan menuju tempat wisata di Gunungkidul yang sering mengarahkan wisatawan ke jalur-jalur tidak jelas.

“Tim siber pungli merupakan tim gabungan antara jajaran Kepolisian, Kejaksaan, dan Inspektorat. Selain untuk antisipasi pak ogah juga untuk antisipasi kenaikan harga parkir yang tidak wajar,” tuturnya.

Ia menambahkan, kenaikan tarif parkir saat libur Natal dan Tahun Baru bisa mencapai Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Ia juga menyarankan kepada pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk mengarahkan kepala desa agar meminimalisir keberadaan ‘pak ogah.’

“Biasanya wisatawan diarahkan ke jalur-jalur tikus, tanpa ada rambu-rambu petunjuk jalan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Badingah menuturkan, terkait dengan adanya pak ogah yang mengarahkan ke jalur-jalur ‘tikus’ tanpa diberikan petunjuk arah, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kepala desa untuk menyadarkan masyarakat.

“Ini suatu yang bersifat personal maka perlu dengan pendekatan personal bagaimana menyadarkan masyarakat, karena itu akan mematikan wisata di daerah mereka dan masyarakat Gunungkidul secara keseluruhan,” pungkasnya. (Heri)

Related Post