Angkutan Umum Lesu, Pemkab Akan Ganti Sistem

51 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dalam rangka meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan sarana transportasi umum, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, berupaya melakukan perbaikan sistem.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul Syarief Armunanto mengaku, akan segera melakukan perbaikan sistem. Hal ini dilakukan sebagai upaya untul meningkatkan minat masyarakat menggunakan jasa angkutan umum.

Langkah pertama yang dilakukan yakni terkait wacana dengan membangun sistem pemusatan pemberhentian bus di lokasi “rest area”.

“Dari situ masyarakat diberdayakan untuk mengantarkan hingga ke lokasi wisata yang hendak dituju menggunakan angkot,” kata Syarief kepada wartawan, Minggu (29/4/2018).

Dengan wacana tersebut, dirinya mengklaim dapat mengurangi kemacetan terutama di jalur wisata juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat seiring dengan berkembangnya pariwisata di Kabupaten Gunungkidul.

“Pada tahun ini sudah ada pembebasan lahan untuk mengatasi hal itu. Tinggal nanti kita bahas dengan pihak lainnya,” paparnya.

Kalau untuk jalur alternatif rencananya sudah dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), Gunungkidul dan Dinas Tata Ruang Gunungkidul.

Selain itu, pemkab juga sudah mewacanakan pelarangan bus-bus besar masuk kedalam kawasan wisata. Sehingga wisatawan ke depan dialihkan ke angkutan yang disediakan oleh pemkab.

“Program ini juga bisa menghidupkan kembali angkot yang saat ini sudah tidak laku,” imbuh Syarief.

Terpisah Ketua DPRD Gunungkidul Suharno mengatakan, saran yang diberikan oleh DPRD Gunungkidul dalam rapat paripurna kepada Dinas Perhubungan untuk peningkatan kenyamanan berkendara.

Dia menambahkan, perlu adanya angkutan umum yang murah. Sehingga kalangan dewan memberikan rekomendasi untuk pemberian subsidi dan kemudahan pengusaha angkot.

“Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dalam kota, perlu diprogramkan angkutan umum murah dan nyaman,” tandasnya.

Menurut Suharno, jalur menuju daerah pariwisata masih belum siap untuk mengatasi kemacetan, khususnya jalur alternatif.

“Jalur alternatif perlu dilakukan dan kita masih memiliki PR banyak untuk mengurai kemacetan di jalur wisata,” pungkasnya. (Heri Prastawa)

Related Post