Antisipasi Bencana, Pemerintah Bentuk Posko Di Sejumlah Kecamatan Yang Rawan

622 views

Ilustrasi.net




​Gunungkidulpost.com – Wonosari – Guna mengantisipasi adanya bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul membentuk posko di sejumlah kecamatan yang rawan bencana. Mengingat cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budi Harjo mengatakan, pembentukan posko ini menindaklanjuti surat dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY. Nantinya sebanyak 8 posko di enam kecamatan yang rawan terjadinya bencana akan dibentuk, sedangkan 1 posko induk ditetapkan di kota Wonosari.

“Status darurat bencana alam di Gunungkidul sudah kita tambahkan,” katanya, Senin (7/11/2016).

Penetapan status siaga darurat ini, lanjut Budi, berdasarkan dari Keputusan Bupati No 213 yang berlaku sejak Oktober hingga Januari 2017. Dengan adanya darurat bencana ini, pihaknya sudah berkoordinasi wilayah tingkat DIY, maupun kabupaten. Sehingga bila terjadi bencana, penanganannya dapat dipercepat.

“Selama ini di Gunungkidul memang rawan terjadi bencana longsor, banjir maupun angin kencang. Dengan begitu masyarakat perlu siaga darurat bencana,” jelasnya.

Budi menjelaskan, enam kecamatan rawan terjadinya bencana tersebut meliputi Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong. Dari enam kecamatan tersebut mayoritas terjadi bencana longsor, sedangkan untuk bencama banjir terjadi desa Rejosari, kecamatan Semin dan desa Katongan, Nglipar. Menurtnya, di wilayah kota Wonosari sendiri siaga darurat banjir, mengingat terdapat jalur Sungai Besole.

“Untuk itu, kita himbau kepada masyarakat meningkatkan kewaspadaannya. Bila memang terjadi bencana lebih baik mencari ke tempat yang lebih aman,” pungkasnya. (Nena)

Related Post