Antisipasi Peredaran Obat Ilegal, Polres Bentuk Tim Gabungan Dengan Dinkes

image

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Banyaknya peredaran obat ilegal,  Polres Gunungkidul bersama Dinas Kesehatan bentuk tim gabungan untuk mengantisipasi.

Peredaran obat ilegal menjadi isu yang serius untuk diatasi. Tak hanya menjadi fokus dari pihak kepolisian saja, namun perlu dukungan dari Dinas Kesehatan maupun instansi yang berwenang.

“Untuk itu, kepolisian bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya telah sepakat berkomitmen membentuk tim gabungan pemberantasan dan penyalahgunaan obat. Yang akan bekerja tidak hanya pada aspek penindakan, namun juga pencegahan,” ungkap, Kepala Satuan Narkoba Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya, Jum’at (6/10/2017).

Belum lama ini pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan. Pertemuan itu sendiri untuk membahas langkah bersama guna mengantisipasi peredaran obat yang berbahaya.

“Dari Dinkes langsung merespon dan besok kami dari kepolisian dalam hal ini Satreskoba di undang untuk melaksanakan rapat dalam rangka peningkatan dan pengawasan obat dan makanan,” ujar Riko.

Lanjutnya lagi, salah satu obat yang diwaspadai peredarannya adalah jenis trihexipenidyl. Obat itu dikatakan ilegal kalau si pemilik tidak punya resep dokter dalam penggunaannya atau tidak ada ijin edar.

Selain thrihexipenidyl, obat-obatan yang perlu diwaspadai adalah jenis seperti camlet, tramadol dan riklona. Dia berharap sinergitas yang telah dibangun bersama dengan Dinas Kesehatan untuk menangkal peredaran obat berbahaya dapat berkelanjutan. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post