Atasi Kekeringan di Gunungkidul, 3 Titik Mata Air Akan di Bor

image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul telah memproyeksi tiga titik sumber mata air baru yang akan dibor. Tiga sumber mata air tersebut akan digunakan guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, terlebih saat musim kemarau tiba.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gunungkidul, Edy Praptono mengatakan, terdapat tiga titik yang akan dilakukkan pengeboran. Tiga titik tersebut berada pada cekungan yang menyimpan potensi air bersih yang melimpah dan kualitas air yang baik seperti pada Kecamatan Wonosari, Karangmojo, dan Playen.

“Pengeboran ini bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Progo Opak Serang (BBWS POS), untuk mengebor di beberapa titik tersebut. Upaya ini juga harus mendapatkan izin dan rekomendasi dari pemerintah pusat,” ujarnya, Kamis (27/7/2017) siang.

Selain itu dia mengatakan, pengeboran sumber mata air hanya dilakukan di daerah-daerah tertentu saja. Pengeboran belum dapat dilakukan pada daerah kering. Sehingga, pemenuhan kebutuhan air di daerah yang kering hanya dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber air dan sungai bawah tanah yang sudah ada.

“Kami tak terlalu banyak melakukan pengeboran, karena jika terus dilakukan pengeboran, maka potensi kehilangan air di permukaan juga besar, karena merosot kembali ke dalam tanah,” katanya.

Saat ini, lanjut Edy, pihaknya akan terlebih dahulu melanjutkan proyek pengeboran bantuan dari Norwegia yang dilakukan sejak enam tahun lalu di mata air Dusun Pokrandu, Desa Gombang, dan Kecamatan Ponjong. Sumur saat ini sudah dibuat, dan tinggal membuat penjernihan air. Dia berharap 2017 ini proyek tersebut dapat terselesaikan.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Badingah, mengatakan, pencarian sumber air baru terus dilakukan, dengan melakukan pengeboran sumber air dalam atau pengangkatan air dari sungai bawah tanah di beberapa wilayah.

Dalam hal ini, pihaknya bekerja sama dengan BBWS POS, untuk pencarian sumber air yang alternatif melalui penambahan sumur bor.

“Kami bekerja sama dengan BBWS POS, untuk mensurvey wilayah-wilayah yang memiliki sumber air baru yang dapat dimanfaatkan,” jelasnya.

Selain dengan pengeboran tersebut, upaya pemenuhan target penyediaan air bersih dilakukan dengan menjalin jejaring dan pembangunan sistem pengelolaan air mandiri di 58 kawasan perkotaan, ibu kota kecamatan, dan pedesaan yang rawan air.

Tidak hanya itu, Pemkab juga melakukan penyertaan modal sebesar Rp7,8 Miliar kepada PDAM Tirta Handayani demi mendukung upaya pemenuhan kebutuhan air di masyarakat. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post