Atasi Kekeringan, Tim Gabungan Melakukan Pengeboran Sumur

64 views

Gunungkidulpost.com – Ngawen – Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY bersama Relawan MRI DIY melakukan pengeboran sumur dan dropping air bersih di Dusun Cikal, Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, Rabu,(25/7).

Hal ini dilakukan untuk merespon bencana kekeringan dan krisis air bersih di beberpa wilayah di Gunungkidul yang terjadi semenjak bulan April kemarin.

Tidak hanya di Kecamatan Ngawen, Gunanto salah satu warga Desa Balong, Kecamatan Girisubo mengungkapkan, ketika musim kemarau warga rela membeli air 120-200 ribu per tangki.

“Beberapa ada yang menjual hewan ternak mereka untuk membeli air untuk kebutuhannya,” kata Gunanto.

Andri Perdana Ketua Relawan MRI DIY mengatakan, pengeboran sumur yang dilakukan di Dusun Cikal merupakan program persembahan dari Global Wakaf-ACT untuk membantu permasalahan kekeringan tahunan di Gunungkidul.

“Dalamnya sumber mata air dan mayoritas wilayah di Gunungkidul yang berupa bebatuan karst membuat pengerjaan sumur bor memakan waktu lebih lama yaitu sekitar 14 hari hingga selesai seluruh instalasi dan sumur siap dimanfaatkan warga,” jelasnya.

Dengan kondisi seperti ini, masih banyak titik potensi pembangunan Wakaf Sumur yang dibutuhkan Masyarakat di Gunungkidul apalagi saat memasuki musim kemarau. Tim ACT DIY berharap Masyarakat Indonesia yang lain tergerak untuk memberikan Wakafnya melalui Global Wakaf.

Sementara itu, untuk mengurai darurat air bersih yang sifatnya segera Global Wakaf – ACT melakukan program berupa Droping Air. Dropping Air bersih di Gunungkidul tahap pertama telah dimulai sejak rabu kemarin di tiga kecamatan Girisubo, Semanu dan Paliyan. Dropping Air Bersih dilanjutkan hari ini, Kamis (26/7) dengan membawa 10 tangki, untuk mensuplai tiga kecamatan tersebut.

“Rencananya dropping air bersih dari ACT DIY akan terus dilakukan sampai selesai musim kemarau pada bulan oktober mendatang,” pungkasnya. (Santi)

Related Post