Atasi Masalah Kekeringan, Pemerintah Bangun Pamsimas

243 views

Gunungkidulpost.com – Karangmojo – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bekerjasama dengan pemerintah pusat membangun Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk mengatasi masalah kekeringan di 15 desa yang ada di Kabupaten Gunungkidul.

Salah satu diantaranya yakni di Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo.

Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, program Pamsimas III sudah bisa diselesaikan. Nantinya Pamsimas akan memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat kabupaten Gunungkidul, yang mengalami kesulitan air bersih disaat musim kemarau.

“Dengan adanya Pamsimas ditambah lagi dengan saluran PDAM di Gunungkidul, itu sudah mengaliri sebanyak 83 persen masyarakat Gunungkidul,”kata Badingah Rabu, (30/1/2019).

Badingah mengatakan, pemerintah tidak bisa memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat hanya dengan menggunakan APBD Gunungkidul. Hal tersebut dirasa belum mencukupi dan belum mampu menyelesaikan permasalahan air bersih di Kabupaten Gunungkidul.

“Untuk itu kami bekerjasama dengan pihak ketiga,” ucapnya.

Badingah mengatakan, pihaknya tidak segan-segan untuk menggandeng pihak ketiga seperti perusahaan swasta seperti memanfaatkan CSR, perguruan tinggi, dan pemerintah pusat agar dapat mencukupi kekurangan sebesar 17 persen untuk air bersih.

“Untuk tahun 2019 ini kita akan menunggu dari pusat terlebih dahulu bagaimana nantinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Konsultan Tingkat Provinsi Pamsimas, Dewa Bagus Sutrisno mengatakan, ke 15 desa yang mendapatkan bantuan Pamsimas beberapa diantaranya adalah Desa Duwet, Desa Giriasih, Desa Plembutan, Kedungkeris, Pengkol, Umbulrejo, Natah, Semoyo, Sidoharjo, dan Nglipar.

“Beberapa desa tersebut terpilih karena sebelumnya sudah ada fasilitator yang mendampingi desa. Selain itu, harus ada minat dari pihak desa itu sendiri sehingga pihak desa segera menyelesaikan persyaratan dan langsung diajukan ke pusat,” jelasnya.

Pamsimas itu sendiri, sebenarnya telah direncanakan sejak tahun 2018 lalu,ini merupakan kegiatan paralel yang bertujuan pada 2019 ini dapat langsung berjalan. (Santi)

Related Post