Awal Puasa, Gas Melon Menghilang Misterius

image

Tumpukan Tabung Gas Melon Kosong Dipasaran. (Foto: Istimewa)

Gunungkidulpost.com – Paliyan – Memasuki awal bulan puasa tahun 2017, sejumlah warga di wilayah Kabupaten Gunungkidul resah lantaran sulitnya menemukan gas melon dipasaran.

Hal ini terjadi seperti di Desa Trowono, Kecamatan Paliyan, sejumlah warga merasa pusing mencari gas yang akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan bersama keluarganya.

Salah satu warga Trowono, Yani mengaku setiap gas dikirim dari para agen, langsung habis karena jumlah kuota di setiap warung hanya boleh membeli 8 tabung gas saja.

“Kami sudah berkeliling dari dusun ke dusun hanya untuk mencari gas 3 kg, tapi dimana- mana habis,” jelas Yani pada Gunungkidulpost.com, Minggu, (28/5/2017).

Menurut Yani, kasus kelangkaan ini sering terjadi saat memasuki bulan suci ramadan namun hanya terulang lagi. Tidak tau sumber masalah dari mana, tapi sering kali gas 3 kg selalu menghilang dipasaran.

“Saya sampai heran, moment seperti ini selalu dijadikan langganan gas melon langka. Kami harap permerintah turun tangan untuk memantau penjualan gas melon di pasaran,” paparnya.

Hal yang sama juga dialami Budiyono salah satu warga Rongkop, dia mengeluhkan langkanya gas melon di pasaran terjadi sejak empat hari yang lalu. Pihaknya pun menilai, dengan kelangkaan ini pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini.

“Sejak empat hari yang lalu sulit sekali mencari gas melon di warung-warung. Akibatnya kami harus kembali menggunakan kayu untuk mensiasati permasalahan didapur,” ungkap Budiyono.

Terpisah, salah satu pemilik warung di Desa Trowono, Atun mengaku bahwa untuk membeli gas dari agen itu dibatasi, dan hanya bisa di setiap hari sabtu.

“Kita di setori seminggu sekali, tapi baru saja disetori sudah langsung habis, dan banyak masyarakat yang tidak kebagihan,” tandas Atun.

Pihaknya pun berharap, segera ada solusi sehingga masyarakat tidak mengalami keresahan lagi akibat gas melon yang langka di pasaran.

“Banyak masyarakat yang mengeluh lantaran langkanya gas melon. Semoga saja ada solusi,” pintanya.

Sementara itu saat  Gunungkidulpost.com melakukan konfirmasi di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Gunungkidul beberapa waktu lalu, bahwa pihaknya tidak pernah mengurangi jumlah kuota gas 3 kg. Justru setiap tahunnya kuota gas melon selalu ditambah. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post