Bahasa Indonesia Mulai Luntur, Gunungkidul Canangkan Gerakan Cinta Bahasa Indonesia

117 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Berangkat dari keprihatinan terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang mulai luntur pada masyarakat Indonesia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) RI bersama Badang Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan juga Pemerintah Daerah Gunungkidul mencoba menghidupkan kembali rasa percaya diri masyarakat Indonesia terhadap bahasa Indonesia melalui gerakan cinta bahasa Indonesia.

Kerjasama itu kemudian dikuatkan melalui penandatanganan naskah kerjasama antara Badang Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud RI dan Pemda Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo,Wonosari, Jumat,(19/7/2019).

Kepala Badan pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Prof.Dr.Dadang Sunendar,M.Hum menyampaikan,saat ini kondisi ruang publik begitu banyak dijejali dengan info,iklan dan bentuk promosi lainnya yang menggunakan bahasa asing.

“Bukannya kita anti dengan bahasa asing, namun sebaiknya kita utamakan bahasa Indonesia. Seperti selogan kita yaitu utamakan bahasa Indonesia,lestarikan bahasa daerah,kuasai bahasa asing,” terangnya.

Dadang mengungkapkan,dari pengamatannya selama di Kabupaten Gunungkidul, sebagian besar papan informasi,spanduk dan iklan hampir seluruhnya menggunakan bahasa Indonesia.

“Saya berharap dapat tercipta kerjasama yang baik dalam hal kedaulatan bahasa Indonesia ini,khususnya di Gunungkidul ini, karena memang semua perijinan iklan pasti dikeluarkan oleh Pemda,” ucapnya.

Dadang menyebutkan, dari data Badan Pusat Statistik ada lebih dari 1.300 suku bangsa yang ada di Indonesia yang memiliki bahasa daerah masing-masing.

“Apa jadinya jika semua mengusulkan bahasa mereka untuk menjadi bahasa nasional. Itulah dasar mengapa kita harus menghargai dan tidak gengsi menggunakan bahasa Indonesia,” tururnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Drajad Ruswandono mengapresiasi kepada jajaran Kemendikbud dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atas dukungannya yang diujudkan melalui kerjasama ini.

“Kerjasama ini menjadi dasar untuk tindak lanjut dalam bentuk kerjasama melalui program terkait dengan pengkajian,pengembangan, pembinaan dan perlindungan bahasa dan sastra,” kata Drajad.

Semakin kencangnya dinamika kehidupan masyarakat, membuat Bahasa Indonesia memperoleh tantangan yang makin besar. Dari ruang publik dapat dilihat perubahan yang sangat fundamental terutama dalam penggunaan bahasa asing yang makin tidak tertib dalam penamaan lembaga, pelabelan produk, dan lainnya.

“Untuk itu kita canangkan gerakan cinta bahasa Indonesia.Jangan biarkan masyarakat Indonesia) kehilangan jati diri bangsa. Selamatkan bahasa nasional kita,” tutupnya. (Santi)

Related Post