Bahasa Jadi Kendala Utama Saat Bekerja Di Luar Negeri

45 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Minat warga Indonesia untuk bekerja di bidang formal (non-ART) di luar negeri dinilai tinggi.

Namun kendala yang dihadapi adalah masih minimnya kemampuan berbahasa asing.

Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Pusat, Elia Rosalina Sunityo mengatakan minimnya kemampuan berbahasa asing memang menjadi kendala warga Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri.

“Inilah yang menjadi konsen kami untuk mengoptimalkan berbahasa asing,” kata Elia saat mendatangi Marine Cruise, Desa Gading, Kecamatan Playen, Selasa (14/8/2018) lalu.

Elia menjelaskan pihaknya secara rutin mengadakan kegiatan harmonisasi dan upgrading skill guna menyesuaikan kualitas pekerja lokal di luar negeri. Segala bentuk pembiayaan mulai dari fasilitas dan pelatihan telah ditanggung pemerintah sejak 2017 lalu.

Adapun Elia menargetkan, pihaknya mampu melatih 2.000 orang pada 2018 ini.

“Kami telah memberangkatkan 1.165 pekerja lokal ke berbagai sektor dan jabatan, mulai dari hospitality, pengelasan, dan lain sebagainya ke luar negeri. Hingga akhir Agustus ini kami sudah melatih 1.400 calon pekerja,” ucapnya.

Sementar itu, Kepala Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Yogyakarta, Suparjo menyatakan dari 1.500 tersebut, sedikitnya 150 orang bekerja di kapal pesiar.

“Ini tergolong tinggi sebab salah satu yang jadi daya tarik bekerja di luar negeri adalah gaji tinggi, minimal Rp8 juta per bulan,” kata Suparjo.

Tingginya gaji yang diterima tersebut berdampak langsung pada meningkatnya perekonomian yang bersangkutan. Dan secara umum juga meningkatkan perekonomian di DIY. (G1)

Related Post