Balai Budaya Baru Dibangun di 9 Desa, Sisanya Kapan?

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pemerintah Provinsi DIY melalui Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Kabupaten Gunungkidul menobatkan 15 desa yang termasuk dalam predikat desa budaya.
Kepala Disbudpar Gunungkidul, Saryanto mengatakan, saat ini ada 15 desa yang telah dinobatkan menjadi desa budaya. Sehingga bagi desa yang termasuk desa budaya haruslah mampu memunculkan kegiatan yang mengangkat adat dan tradisi desa setempat.
“Warisan budaya perlu ditingkatkan melalui desa budaya ini. Sehingga tidak akan mudah luncur kekayaan budaya kita,” ungkapnya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (22/8/2016).
Menurut Saryanto, tentunya setelah ditetapkan adanya desa budaya Pemkab Gunungkidul memberikan dukungan kepada desa setempat. Selah satu bentuk dari dukungan tersebut ialah adanya fasilitas setiap kegiatan yang diusung oleh desa budaya.
“Seharusnya Pemkab memfasilitasi untuk mengembangkan potensi kegiatan desa budaya ini,” tandasnya.
Dirinya menambahkan, selama ini yang masuk dalam desa budaya yakni, Desa Kepek, Bejiharjo, Semanu, Giring, Jerukwudel, Girisekar, Putat, Ngalang, Tambakromo, Semin, Kemadang, Wiladeg, Beji Ngawen, Katongan, Giripurwo. Saryanto menjelaskan, hingga saat ini  baru ada 9 desa yang telah memiliki balai budaya.
“Dari 15 desa budaya baru 9 desa yang memiliki balai budaya. Sisanya kami masih menunggu dari Pemerintah Propinsi DIY,” pungkasnya. (Bayu)

Related Post