Banyak Koperasi Di DIY Tidak Sehat

image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas manajemen koperasi. Hal itu lantaran ada sekitar 15% koperasi di DIY yang kondisinya tidak sehat.

Hal itu baik karena kurangnya kualitas sumber daya manusia (SDM) atau karena kekurangan modal.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Gatot Saptadi mengatakan, merehabilitasi koperasi telah gencar dilakukan salah satunya dengan pendampingan.

“Di DIY sendiri ada sekitar 15% koperasi yang kondisinya tidak sehat,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Kamis (20/7/2017).

Menurut dia, koperasi yang tidak sehat  karena awal mula berdirinya koperasi tidak memiliki tujuan yang jelas. Banyak diantara koperasi yang hanya didirikan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Banyak koperasi yang didirikan hanya untuk satu program bantuan. Sehingga ketika program tersebut berhenti, kecenderungan koperasi itu juga akan ikut mati,” tandasnya.

Gatot menambahkan, koperasi memiliki peran yang sangat penting. Pasalnya di DIY mayoritas usaha masih berbentuk Usaha Mikro Kecil menengah (UMKM), sementara UMKM banyak yang dihidupi oleh koperasi.

“Koperasi itu banyak menghidupi UMKM bahkan ada koperasi yang bisa membeli toko modern,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post