Banyak Warga Gunungkidul Tidak ‘To The Point’

58 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Hal yang menarik nampak pada peringatan ulang tahun BPJS Kesehatan ke-50.

Kepala cabang BPJS Kesehatan DIY, Dwi Hesti Yuniarti menjadi Frontliner di kantor BPJS Kabupaten Gunungkidul, Jumat (6/7/2018).

“Saya akui tidak mudah menjadi seorang frontliner karena banyak masyarakat yang tidak to the point,” kata Hesti.

Disampaikan Hesti, pada layanan fast track (loket layanan cepat) ada SOP yaitu pelayanan diberikan maksimal 3 menit, tetapi kenyataan di lapangan banyak masyarakat yang cerita terlebih dahulu tidak to the point, sehingga petugas harus bisa mengalihkan peserta agar sesuai target waktu pelayanan.

Disampaikan Hesti bahwa, program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu lndonesia Sehat (JKN-KlS) yang baru berjalan selama 4 tahun telah menjadi program yang besar karena telah mampu mencakup 80 persen dari penduduk Indonesia.

Sebagai pembanding, Hesti membeberkan, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru meng-cover 85 persen populasi penduduk. Austria menjalankan selama 79 tahun dan meng-cover 99 persen populasi penduduk. Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100 persen.

“Dengan pendekatan single payer institution jumlah cakupan kepesertaan BPJS kesehatan mencapai 198,8 juta jiwa,” kata Hesti.

Jumlah tersebut, dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta, sehingga nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KlS yang berkualitas dan berkesinambungan.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Kabupaten Gunungkidul Syarifatun Karunia Ekawati mengakui, dalam program BPJS memang masih ada kekurangan satu diantaranya karena kesadaran masyarakat untuk membayar premi bulanan yang dirasa masih kurang.

“Upayanya kita untuk mendorong masyarakat membayar premi dengan telekolekting itu kita menelpon peserta BPJS tadi serta mengedukasi agar membayar premi BPJS,” tutupnya. (Santi)

Related Post