Belasan Pelaku Seni Terima Penghargaan

23 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah memberikan penghargaan kepada beberapa seniman da budayawan atas kerja keras mereka dalam menjaga kelestarian seni dan budaya.

Dalam acara bertajuk Anugerah Penghargaan Pelestarian dan Penggiat Budaya Kabupaten Gunungkidul 2018 tersebut merupakan bagian dari rangkaian hari jadi Kabupaten Gunungkidul ke 187 yang dilangsungkan di alun-alun Wonosari, Kamis(10/5/2018) malam.

“Ini merupakan bentuk aspirasi kami terhadap pelaku seni dalam melestarikan kekayaan budaya yang ada di Gunungkidul,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Kamtono disela acara.

Menurut Agus, hal itu juga sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam menjaga kelestarian seni serta budaya.

“Masing-masing pekerja seni seperti ketoprak, tari, karawitan dan lain sebagainya sangat berjuang dalam rangka menjaga kesenian yang ada,” ucapnya.

Atas hal itu dari 12 pelaku seni dan budayawan di Gunungkidul yang terpilih, adapun hasil seleksi itu menyisakan enam orang yang pantas menerima penghargaan.

“Ke enam orang ini berhak menerima penghargaan serta bantuan dana masing-masing Rp15 juta per orang,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan apresiasi ini juga sebagai perwujudan visi dan misi Bumi Handayani dalam melestarikan seni serta budaya.

Badingah berharap dengan adanya penghargaan ini generasi muda bisa terangsang dan turut berperan aktif dalam menjaga serta melestarikan seni budaya.

“Penghargaan ini juga menjadi bagian dari tujuan Gunungkidul dalam memperkuat wisata, khususnya di seni budaya,” ujarnya.

Salah satu penerima penghargaan, Puji Waluyo, mengungkapkan apresiasi seni dan budaya dari pemerintah kabupaten Gunungkidul yang diberikan kepadanya merupakan pelecut semangatnya.

“Semoga dengan ini banyak generasi muda yang terinspirasi,” ungkapnya.

Selain Puji lima seniman dan budayawan yang mendapat penghargaan adalah Sri Suhartanti, seniman tari; Yohanes Sutonto, seniman kethoprak; Heri Nugroho, seniman pedalangan; Istiyat, pelestari cagar budaya; dan Supriyanto, pelestari adat tradisi. (Bayu Prihartanto)

Related Post