Berbekal Bahan Sampah, Lampion Model Masjid Bakal Hiasi Takbir Malam Ini

37 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Malam nanti adalah malam terakhir pada bulan ramadhan. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

PHBI Kota Wonosari kembali menyelenggarakan kegiatan lomba takbir keliling. Namun ada yang sedikit berbeda pada tahun ini, karena kali ini kreatifitas lampion kembali ikut dilombakan.

Maka dari itu beberapa jamaah masjid di sekitar Kota Wonosari mencoba untuk saling beradu kreatifitas. Masing-masing lampion dari beberapa jamaah memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri.

Termasuk lampion yang dibuat oleh JAMMAS (Jamaah Muda Mudi Masjid Lawas) Kepek 1, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari.

Pada tahun ini JAMMAS merangkai lampion dengan bahan baku sampah kering. Ribuan botol bekas dirangkai berbentuk masjid.

Mereka ingin ikut berpartisipasi dalam perlombaan takbir keliling malam nanti. Hal tersebut dihaturkan Febri Wahyu Saputro, selaku Ketua JAMMAS Kepek 1.

“Kita menggunakan sekitar 1.500 botol bekas untuk pembuatan lampion ini. Kita ingin membuat sebuah masjid.”- Tutur Febri kepada Gunungkidulpost.com, Kamis (14/6/2018).

Pemilihan bahan baku tersebut bukan tanpa sebab. JAMMAS ingin memanfaatkan hasil dari Sodaqoh Sampah yang selama ini diterapkan di dusun Kepek 1, Kepek, Wonosari ini.

“Selama ini kan di dusun kita ada program Sodaqoh Sampah, jadi kita mencoba untuk memanfaatkannya. Namun karena kita membutuhkan banyak botol dan kebetulan di Bank Sampah (tempat penyimpanan sodaqoh sampah kering di dusun Kepek 1) botolnya sudah habis jadi kita juga mencari bahan di beberapa pengepul rosok.” Imbuhnya.

Saat ini lampion tersebut dalam tahap finishing. Botol bekas tadi dikolaborasikan dengan kerlap-kerlip lampu warna-warni. Beberapa kekurangan yang masih ada coba untuk diperbaiki. JAMMAS sangat yakin lampionnya dapat bersaing dengan lampion jamaah lain.

“Dari UWUH, kita bikin UWAH!” Pungkas salah satu jamaah, Eko. (Bayu)

Related Post