Berbekal Lahan 600 Hektar, Petani Penen Ratusan Liter Madu

147 views

Gunungkidulpost.com – Playen – Dengan memanfaatkan lahan sekitar 600 hektar di Hutan Wanagama, tepatnya di Petak 14, Desa Banaran, Kecamatan Playen, kelompok tani lebah madu Sumber Rejeki mampu menghasilkan ratusan iter madu dalam satu tahun.

Ketua kolompok tani lebah madu Sumber Rejeki, Purwanto menyampaikan budi daya lebah madu hutan dilakukan masyarakat Banaran sejak tahun 1984 dan sempat mengalami pasang surut hingga akhirnya mulai aktif kembali dan dikukuhkan dalam suatu wadah yaitu Koprasi Sumber Rejeki Madu Manunggal pada tahun 2017 lalu.

“Sampai saat ini,budidaya lebah madu hutan terus kami tingkatkan mengingat permintaan dari konsumen penikmat madu semakin banyak,” katanya, saat menghadiri launching program budidaya lebah Madu Hutan, Di Hutan Wanagama, Desa Banaran, Kecamatan Playen, Selasa, (9/4/2019).

Dikatakan Purwanto,hasil dari budidaya lebah madu hutan di Hutan Wanagama ini memang belum mampu diarahkan ke skala industri. Sampai saat ini para petani hanya melayani masyarakat saja,tidak untuk para tengkulak maupun industri pengolahan madu lainnya.

“Madu yang dihasilkanpun berbeda dengan madu dipasaran. Dengan ciri khas rasa dan warnanya,madu dari kami memang banyak dicari dari berbagai kalangan,” ujarnya.

Purwanto menjelaskan,selama satu tahun ada waktu dimana lebah tidak dapat menghasilkan madu yakni di bulan Februari sampai April di setiap tahunnya.

“Dibulan-bulan itu,lebah sedang memperbanyak kolonial. Namun setelah melewati bulan itu sampai musim kemarau tiba, lebah akan selalu menghasilkan madu,”terangnya.

Sementara itu, Hari Susanto ketua Koprasi mengatakan, setelah mendapat bantuan dan dukungan dari pemerintah kedepannya budidaya lebah bisa semakin tertata dengan baik.

“Semoga tidak ada gesekan dengan sesama peternak,dan pemanfaatan hutan juga semakin bagus,”tuturnya.

Hari Susanto mengatakan, memang sudah menjadi komitment bersama untuk saling menjaga hutan Wanagama sebagai tempat ekosistem lebah madu. Hal ini dilakukan agar ketersediaan makanan lebah tetap terjaga,sehingga madu yang dihasilkanpun juga memiliki kualitas bagus.

“Sampai saat ini,ada 160 rumah lebah milik 32 peternak lebah madu hutan yang dipasang di Hutan Wanagama,” katanya.

Jumlah tersebut akan terus dikembangkan,karena memang hingga saat ini jumlah permintaan madu terus bertambah,sementara madu yang dihasilkan selalu kehabisan stok. (Santi)

Related Post