Berburu Kuliner Lawas Di Pasar Argowijil

584 views

Para pencinta kuliner tradisional Di Pasar Argowijil, Desa Gari. (Foto: Ist)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Berburu kuliner lawas atau jadul (jaman dulu) selalu menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Meski kadang harus rela blusukan demi menemukannya, namun tak membuat gentar para penjajah kuliner tradisional untuk berbalik arah.
Hal itu seperti yang dialami oleh salah seorang pecinta kuliner tradisional, Sumarni. Pihaknya bersama dengan keluarga harus rela blusukan demi mendapatkan kuliner tradisional ini.

Menurut dia, dagangan seperti pepes, rawis, gudangan, pecel, nasi jagung, botok manding, gatot, tiwul, gethuk, dan jajanan pasar lainnya mampu menjadi daya tarik tersendiri.

“Berkunjung ke Pasar Argowijil sudah tiga kali ini dan yang paling saya gemari yakni menikmati kuliner tradisional khas Gunungkidul,” ujar Sumarni kepada Gunungkidulpost.com, Minggu (24/12/2017).

Hal senada juga dialami oleh Ester Diah Kurniawati warga Wukirsari Baleharjo ini baru pertama kali mengunjungi kuliner tradisional yang tersaji dikomplek Pasar Argowijil Desa Gari Kecamatan Wonosari.

Sambil mengisi hari libur panjang bersama keluarga, dirinya harus rela blusukan hingga ke tempat tersebut.

“Selain bernostalgia dengan kuliner andalan masa silam, ini juga menjadi ajang untuk melestarikan kuliner tradisional,” bebernya.

Kuliner yang ditawarkan oleh pembeli rata-rata harga hanya berkisar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per jenis. Hal itu dinilai sangat terjangkau dikalangan masyarakat bawah.

“Harganya pun sangat terjangkau apalagi suasana pasar yang terletak ditengah pedesaan sangat nyuss untuk memanjakan diri mengisi waktu senggang,” ungkap Ester.

Dia berharap, Pasar Argowijil dapat dikemas dan dikonsep dengan lebih baik lagi untuk dijadikan destinasi wisata kuliner yang ada di Gunungkidul.

Terpisah, Kepala Desa Gari, Widodo menuturkan konsep wisata kuliner di pasar Argowijil tersirat sejak pasca diresmikannya pada tahun lalu. Namun pihaknya masih terus berupaya keras untuk meningkatkan kapasitas jumlah pengunjung melalui publikasi.

“Kami terus melakukan publikasi supaya pasar menjadi tujuan kedua oleh wisatawan yang hadir ke Gunungkidul guna menikmati wisata tradisional,” tutur Widodo. (Bayu)

Related Post