Bertepatan Dengan HAN 2019, 6 Anak Dapat Remisi

143 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sebanyak 6 dari 15 Anak Didik Permasyarakatan (Andikpas) yang ada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) II Yogyakarta memperoleh remisi khusus Hari Anak Nasional 2019, Jumat, (26/7/2019).

Kepala LPKA II Yogyakarta Tegus Suroso menyebutkan, remisi ini adalah salah satu momen pemberian remisi khusus napi anak, selain remisi hari kemerdekaan dan remisi perayaan hari-hari besar lainnya.

“Hari Anak Nasional sendiri jatuh pada 23 Juli 2019 lalu, namun remisi sengaja diberikan pada puncak perayaan Hari Anak Nasional. Enam Andikpas masing-masing akan mendapatkan remisi pengurangan masa tahanan satu bulan,” kata Teguh

Remisi diberikan kepada anak yang sudah menjalani masa hukuman minimal tiga bulan setelah kasusnya inkrah. Selain itu Andikpas harus memiliki kelakuan baik selama tiga bulan berturut-turut sebelum tanggal diberikannya remisi mendapat predikat baik.

Teguh menambahkan, 15 Andikpas yang ada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) II Yogyakarta ini,3 diantaranya tersandung kasus pencurian, 2 undang-undang perlindungan anak, selebihnya kasus perkelahian.

“Namun selama berada di LPKA II Yogyakarta, Andikpas tidak dikurung seperti layaknya di sel tahanan, mereka kami bebaskan untuk melakukan aktifitas seperti sekolah, berolahraga, serta mengembangkan bakat potensi yang mereka miliki,”imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY,Ir. Gatot Saptadi mengatakan, remisi diberikan dengan pertimbangan bahwa anak merupakan aset bangsa yang sangat berharga. Untuk itu para orang tua memiliki tanggung jawab memberikan bekal yang baik untuk kehidupan mereka selanjutnya.

“Dimomen Hari Anak Nasional ini, kegembiraan tidak hanya dirasakan anak-anak diluaran sana, namun Andikpas disini juga berhak merasakan kegembiraan ini,” ujarnya.

Gatot mengatakan, anak-anak masih memiliki jalan panjang.Harapannya setelah mereka terbebas, mereka dapat berkumpul dengan keluarga dan masyarakat untuk menata masa depan yang lebih baik.

Pemberian remisi anak menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan yang sedang dijalankan oleh pemerintah. Dimana perubahan perlakuan terhadap tahanan maupun narapidana anak bukan lagi berlandaskan dengan waktu, melainkan perubahan perilaku dari binaan sendiri.

“Semua sektor harus mendukung kepentingan anak-anak Indonesia, karena merekalah yang nanti akan menjadi pemimpin bangsa untuk menggerakan NKRI,”tandasnya. (Santi)

Related Post