Besok, Pendaftaran Tunas Unggul Handayani Resmi Dibuka

image

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rosyid Menggelar Jumpa Pers, Minggu (8/10/2017) pagi. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Playen – Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga (Disdikpora) Gunungkidul membuka kesempatan untuk pelajar mengikuti seleksi diklat tunas unggul handayani.

Hal itu sebagai persiapan masuk dalam seleksi Polri. Tahun ini pihaknya membuka kesempatan sebanyak 40 pelajar yang ada di Gunungkidul.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan POLDA DIY untuk menyelenggarakan diklat tunas unggul handayani. Adapun peserta yang butuhkan yakni berusia 16 hingga 20 tahun.

“Pendaftaran kami layani mulai Senin (9/10/2017) besuk sampai 23 Oktober,” katanya kepada Gunungkidulpost.com saat menggelar jumpa pers di Soto Tan Proyek, Logandeng, Playen, Minggu (8/10/2017).

Menurut dia, syarat seleksi peserta Pendidikan dan Latihan Tunas unggul Handayani diantaranya warga Gunungkidul usia minimal 16 tahun 6 bulan maksimal 20 tahun. Aktif dalam organisasi kepemudaan yang diakui oleh sekolah dan atau Olahraga Kabupaten Gunungkidul dengan menunjukkan sertifikat piagam/surat keterangan, Tinggi badan dengan berat badan seimbang sesuai ketentuan, Pria 165 cm dan wanita 160 cm, tidak menggunakan narkoba dan diutamakan warga kurang mampu.

“Siapa saja boleh mendaftar dan proses seleksi nantinya dilakukan langsung oleh panitia seleksi,” bebernya.

Dijelaskannya nantinya akan dilakukan selski administrasi pada 17 Oktober dan bagi yang lolos akan mengiuti seleksi 18 sampai 20 Oktober. “Nantinya akan diambil 40 orang untuk mengikuti pembinaan selama 1 minggu pada tanggal 23 sampai 28 oktober, yang dilakukan langsung dari Polda DIY,”katanya.

Bahron mengatakan, selama seminggu akan dilatih persiapan masuk polri, sehingga bisa mempersiapkan diri sebelum mengikuti tes masuk. Pihaknya menuturkan, Pemerintah kabupaten Gunungkidul dalam program ini menganggarkan sekitar Rp 300 juta melalui dana APBD.

“Memang belum ada jaminan bisa langsung masuk (lolos Seleksi anggota Polri) tetapi paling tidak sudah dipersiapkan sejak dini,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan pihaknya menjaring generasi muda, karena selama ini pemuda atau pemudi yang berasal dari Gunungkidul masih rendah masuk ke kepolisian dibandingkan daerah lain.
Padahal bibit unggul di Gunungkidul tidak kalah dengan daerah lainnya. Untuk itu pihaknya menjaring para generasi muda Gunungkidul yang ingin masuk ke kepolisian.

“Animo yang masuk di Gunungkidul ini masih kurang dibandingkan dengan daerah lain di DIY. Padahal banyak sekali bibit-bibit unggul yang dapat menjadi petugas kepolisian yang mumpuni,” tutupnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post