Biaya Perawatan Tower Jaringan Dinilai Mahal

755 views
image

Salah Satu Tower Internet Milik Pemkab Gunungkidul. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Biaya perawatan tower jaringan komunikasi yang berada di sejumlah kantor pemerintahan dinilai terlalu mahal. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunungkidul berencana menganti tower dengan teknologi fiber optik sebagai jaringan infromasi untuk menghemat anggaran dan investasi infrastruktur.

Kepala Bidang Layanan Infromatika, Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gunungkidul, Kelik Yuniantoro menyebut perawatan tower jaringan infromasi terlalu memakan banyak anggaran.

“Ada 48 tower yang ada di seluruh kantor dinas dan kecamatan, biaya perawatanya per tahun satu tower itu Rp2 juta sampai Rp5 juta,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (27/2/2017).

Menurutnya biaya perawatan itu bisa saja lebih banyak, pasalanya tower jaringan infromasi sangat rawan terhadap cuaca buruk. Terlebih, tidak jarang tower yang selesai diperbaiki setelah disambar petir, tidak lama kemudian disambar petir lagi. Hal itu otomatis dapat sangat menggangu ketersediaan jaringan informasi yang ada kantor pemerintahan.

Oleh sebab itu pihaknya merencanakan untuk merancang ulang pembangunan infrastruktur jaringan infromasi di Gunungkidul. Dan pembangunan akan dilakukan bertahap sesuai dengan zonasi yang telah ditentukan.

Pembangunan pada zona ring satu meliputi Sekretariat Daerah, Bappeda, Badan Kepegawaian Daerah, Inspektorat Daerah, rungan bupati, rungan wakil bupati, dan Dinas Komunikasi dan Infromatika. Zona ring dua yakni kantor organisai perangkat daerah lainnya selain yang berada di ring satu. Sementara untuk zona ring tiga adalah Kantor Kecamatan, dan zona ring empat adalah kantor desa.

Pada tahap awal akan dilakukan pembangunan infrastruktur dengan mengubah teknologi yang selama ini dipakai. Dari teknologi wireless, menggunakan tower menjadi teknologi fiber optik untuk menekan biaya pemeliharaan perangkat jaringan.

Untuk itu, secara bertahap sejumlah kantor pemerintahan saat ini sudah dialihkan menggunakan jaringan fiber optik.
“Sekarang kalau yang memungkinkan menggunakan jaringan fiber optik langsung kami koneksikan. Karena kalau tetap bertahan menggunakan tower, biaya pemeliharaanya terlalu besar,” tuturnya.

Kemudian setelah dirubah menggunkan fiber optik, sejumlah tower yang tidak lagi digunakan akan dimanfaatkan untuk pemenuhan jaringan informasi di tingkat desa.

“Towernya nanti akan kami geser ke desa untuk penyediaan jaringan informasi di sana,” ucapnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post