BKSDA Lepaskan Sepasang Elang

246 views

Gunungkidulpost.com – Playen – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY melepaskan sepasang elang bido di Hutan Tahura, Senin (5/11/2018). Hal itu dilakukan untuk menjaga populasinya agar dapat bertahan,

Elang Bido merupakan satu diantara satwa yang tergolong dilindungi dan semakin hari populasinya menurun.

Kepala Konservasi wilayah 2 BKSDA Bantul dan Gunungkidul, Kuncoro mengatakan sebelum dilepaskan ke alam liar elang Bido telah dilatih terlebih dahulu selama dua tahun.

“Kami mendapatkan elang tersebut dari masyarakat, lalu diperiksa oleh dokter hewan apakah terkena penyakit, atau ada cacat fisik, yang dilepas jantan dan betina” katanya kepada wartawan.

Setelah mendapatkan perawatan dari dokter hewan, elang tersebut di pelihara di kandang yang berukuran kecil setelah itu baru dikandangkan di kandang yang besar yang bertujuan untuk melatih insting memburu pada elang.

“Saat ini yang ada di kandang BKSDA Bunder Gunungkidul ada 18 ekor elang, dari berbagai macam jenis seperti Elang brontok, Elang hitam, elang laut, elang alap jambul, dan sikep madu,” terangnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak memburu lagi burung-burung yang dilindungi seperti burung elang yang dilepas kali ini.

“Ini bukan satu dua kali program ini, disamping untuk kelestarian satwa, dan dapat berkembang biak sehingga dapat menghilang dari daftar dilindungi dan punah,” imbuhnya.

Sementara itu, fungsional pengendali ekosistem hutan BKSDA Andie Chandra herwanto mengatakan elang bido yang dilepaskan kali ini sudah dipelihara di BKSDA selama 2 tahun.

“Fokusnya di Gunungkidul dan Kulonprogo, output dari kegiatan itu sekalian kami melihat habitat asli burung tersebut, lokasi mana yang paling pas untuk rilis burung elang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah mengambil langkah untuk melindungi burung elang karena jumlah sudah sedikit, juga, elang merupakan hewan endemis.

“Menurun populasinya disinyalir karena habitat asli berkurang karena rusak seperti di DIY hutan konservasi cakupannya sangat kecil, tetapi dengan adanya hutan rakyat seperti di Gunungkidul semakin membaik,” pungkasnya. (Bayu)

Related Post