Budaya Rasulan Jadi Ajang Kerukunan Umat

24 views

Gunungkidulpost.com – Paliyan – Budaya rasulan merupakan tradisi turun temurun yang selalu dilaksanakan setiap satu tahun sekali oleh masyarakat Gunungkidul tak terkecuali yang dilakukan masyarakat di Padukuhan Singkil, Desa Giring, Kecamatan Paliyan.

Dukuh Singkil, Parmana mengatakan, budaya rasulan di wilayahnya merupakan sarana menjaga kerukunan umat beragama. Pasalnya di wilayah yang berada di pinggir selatan Kabupaten Gunungkidul itu terdapat empat agama yakni Islam, Katholik, Kristen dan Hindu.

“Bulannya tidak menentu, tetapi harinya pasti selalu jatuh pada Rabu Kliwon setelah musim panen,” kata Parmono, Rabu (08/08/2018).

Ia mengatakan, dalam rasulan kali ini masyarakat mewujudkan rasa syukur dengan membuat nasi uduk dan ingkung ayam. Meskipun tidak begitu banyak, namun kedua menu khas itu dikemas didalam kiso (sejenis keranjang dari anyaman daun kelapa) kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Tidak hanya warga Singkil saja nanti yang dapat kiso, tetapi warga lain yang mendirikan usaha di Singkil dan warga padukuhan tetangga yang ikut kenduri.

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul, CB Supriyanto mengatakan rasulan merupakan warisan leluhur yang sudah mengakar di masyarakat. Rasulan sendiri merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas kehidupan yang dijalani.

“Masyarakat harus menyadari bahwa rasulan merupakan warisan leluhur yang tak bisa diperdebatkan,” katanya.

Selain itu, dengan budaya rasulan diharapkan bisa mempererat kerukunan masyarakat. (Santi)

Related Post