Buku Legenda Desa Dikemas Kembangkan Wawasan Kebudayaan Dan Pariwisata

43 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Suksesnya penyelenggaraan lomba penulisan buku legenda desa diharapkan berdampak pada upaya memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat lokal.

Oleh sebab itu, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul terus mendorong dan memberikan bimbingan teknis (Bimtek) kepada 60 desa dalam penulisan legenda desa.

Setiap desa diharapkan mampu menulis bimtek sendiri yang berisi tentang tata cara penulisan sejarah desa. Sehingga bisa digali dari sumber lisan atau pun tulisan legenda Gunungkidul.

“Selain sebagai upaya memberi pemahaman kepada masayarakat lokal, penulisan buku legenda juga menjadi cara menjaring wisatawan ke Gunungkidul,” kata Bupati Gunungkidul Badingah saat menghadiri penyerahan hadiah lomba penulisan legenda antar desa di Bangsal Sewoko Projo, Senin (30/1/2018) malam.

Menurut Badingah adanya legenda desa yang dituangkan dalam bentuk buku tidak hanya sebagai pengetahuan semata untuk masyarakat lokal.

Lebih dari itu lanjutnya legenda bisa menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

“Saya apresiasi adanya partisipasi desa dalam lomba ini, ini juga sebagai bentuk menjaga budaya membaca dan belajar terkait dengan sejarah leluhur masyarakat desa, nantinya juga bisa menjadi daya tarik wisata,” ungkap Badingah.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Siti Isnaini Dikoningrum mengatakan pihaknya telah memberikan bimbingan teknis (Bimtek) kepada 60 desa dalam penulisan legenda desa. Setiap desa lanjutnya diharapkan mampu menulis bimtek sendiri yang berisi tentang tata cara penulisan sejarah desa.

“Dari 60 desa yang diberikan bimtek ada 24 desa yang sudah menuliskan legenda desa dengan baik,” bebernya.

Siti menjelaskan penulisan legenda tersebut penting, karena selain menjaga cerita legenda agar generasi muda tetap tahu, juga sesuai dari rekomendasi dirjen kebudayaan. Hal ini guna menarik wisatawan mancanegara yang cenderung ingin mengetahui legenda di suatu wilayah yang dikunjungi.

“Penulisan legenda desa juga untuk mendorong peningkatan kunjungan wisata,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Petir, Kecamatan Rongkop, Sarju, mengugkapkan pihaknya telah menulis legenda mengenai petilasan mbah Jobeh. Adapun petilasan tersebut terletak di hutan Bulak Pakel.

Di petilasan tersebut lanjut Sarju sekaligus menjadi tempat nyadran warga yang saban tahun mendatangkan ribuan pengunjung.

Lanjut Sarju dengan adanya penulisan legenda desa ini Sarju berharap cerita legenda di desanya bisa menjadi daya tarik wisatawan.

“Sejarah desa sangat penting selain sebagai penambah wawasan juga akan menjadi daya tarik wisatawan yang mengunjungi kawasan wilayah desa,” papar Sarju. (Bayu Prihartanto)

Related Post