Bulog Siap Tampung Gabah Petani Gunungkidul

image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Ngawen – Guna menekan penjualan gabah ke pada pihak tengkulak, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai menyerap gabah petani di Kabupaten Gunungkidul.

Humas Bulog Divre DIY Yudha Aji mengatakan, pihaknya telah melakukan penyerapan gabah petani termasuk di Gunungkidul, salah satunya di Desa Kampung, Kecamatan Ngawen.
Menurut dia, pembelian gabah petani terakhir Maret lalu dikarenakan kualitas gabah belum memenuhi standar.

“Gabah milik petani masih ada yang kurang memenuhi standar,” katanya saat dihubungi Gunungkidulpost.com, Kamis (4/5/2017).

Ia mengatakan gabah kering panen yang masih basah memiliki kadar air sampai 25 persen. Pembelian melihat kualitas gabah serta menyesuaikan dengan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras yang ?telah ditetapkan pada Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015.

Yudha mengatakan tiga saluran penyerapan Bulog yakni gabah kering panen (GKP), gabah kering giling (GKG), dan juga beras. GKG ?dengan kadar air 14 persen, GKP dengan kadar air maksimal 25 persen, terakhir beras. Bulog menerjunkan tim Satker yang akan memberikan sosialisasi dan pengetahuan terhadap petani terkait pengolahan gabah.

“Ada mekanimenya. Namun kami berharap petani tidak menjual gabahnya ke tengkulak karena bisa merugikan mereka,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Suparna berharap Perum Bulog memberikan sosialisasi terkait pengolahan hasil panen gabah, sehingga kualitas gabah yang dihasilkan sesuai dengan harga yang diinginkan.

Lanjut dia, koperasi yang dibentuk bersama masyarakat belum bisa menyerap gabah petani. Sebagian masyarakat?menjual ke tengkulak.

“Terakhir Maret lalu, di gudang masih ada sekitar 6 ton,” bebernya. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post