Bunuh Diri Marak Terjadi, Dewan Desak Kinerja Satgas Berani Hidup

183 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Peristiwa gantung diri yang dilakukan Parto Dikromo (67) warga Dusun Karangduwet 2, RT24/10, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, menambah rentetan kasus bunuh diri di Gunungkidul.

Oleh sebab itu, DPRD Gunungkidul Dorong Pemkab Menekan Angka Bunuh Diri yang marak terjadi diawal tahun 2019 ini.

Kalangan dewan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, gencarkan sosialisasi untuk mencegah bunuh diri. Terhitung dalam sepekan ini sudah ada lima kasus bunuh diri.

Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Imam Taufik mengungkapkan permasalahan gantung diri memang harus diselesaikan bersama-sama. Perlu sinergitas antara pemerintah maupun dengan masyarakat sendiri.
Untuk Pemerintah ia menyarankan agar satgas berani hidup yang telah dibentuk untuk lebih gencar mengkampanyekan pencegahan bunuh diri, baik dengan sosialisasi maupun terjun langsung ke desa-desa.

“Selain itu terpenting pendekatan dari keluarga. Seharusnya tahu jika ada perubahan-perubahan perilaku,” ujar Imam Taufik, Senin (7/1/2019).

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, sekaligus Ketua satgas berani hidup, Immawan Wahyudi mengungkapkan Satgas berani hidup terus menggali dan mengembangkan dengan seluruh elemen masyarakat mengkampanyekan anti bunuh diri, dengan cara persuasif dan edukatif.

Dikatkannya saat ini tengah menginventarisir data tahun-tahun lalu karakter persoalan inti dan motif bunuh diri pada tahun-tahun lalu.

Immawan menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk peduli dan bersama mencegah bunuh diri baik yang langsung dengan turut menjaga kemungkinan yang terjadi pada anggota masyarakat yang potensial untuk bunuh diri.

“Khusus kepada seluruh pangarsanipun pimpinan ummat, kami memohon saran dan doa untuk warga Gunungkidul dijauhkan dari musibah terutama musibah bunuh diri,” ucap Immawan. (Bayu)

Related Post