Butuh Empat Hari, Sandi Mudik Dengan Sepeda ‘Ontel’

55 views

Gunungkidulpost.com – Semin – Berbagai cara dilakukan seseorang agar bisa berkumpul bersama dengan keluarga dikampung halaman saat momen Lebaran.

Hal itu, seperti yang dilakukan oleh Sandi Kurniawan, warga Dusun Karanganyar, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin yang rela mudik menggunakan sepeda ontel.

Dengan menempuh jarak 600 kilometer, Sandi membutuhkan empat hari dari Bekasi menuju Semin.

Kali ini merupakan mudik yang ke tiga menggunakan sepeda ontelnya sejak tiga tahun terakhir.

Perjuangan ia lakukan sejak 2016 silam, namun sayangnya saat itu usahanya mengayu sepeda terhendi di daerah Semarang Jawa Tengah.

Dan pada 2017 lalu, ia kembali berjuang mengayuh sepeda akan tetapi karena kondisi dirinya memutuskan untuk berhenti di wilayah Solo Jawa Tengah.

“Ini tahun ketiga saya mudik dengan sepeda. Akan tetapi baru saat ini saya benar-benar sampai rumah karena dua tahun yang lalu hanya terhenti di jalan,” kata Sandi saat ditemui wartawan, Selasa (12/6/2018).

Dirinya harus rela menempuh perjalanan sejauh 600 kilometer dari Bekasi menuju Gunungkidul selama empat hari empat malam. Terhitung sejak jumat malam lalu.

SANDI mengaku, tidak mudah menempuh perjalanannya tersebut. Butuh fisik yang kuat guna pulang ke kampung kelahirannya.

Pria yang setiap harinya bekerja disalah satu pabrik pembuata onderdil kendaraan didaerah Cikarang ini mengaku salain mempersiapakn fisik yang matang juga melakukan sejumlah tips dan trik diantaranya lebih memilih bersepeda disaat malam hari sedangkan siangnya digunakan untuk beristirahat.

“Menghindari panas dan kecapekan selama perjalanan saya memutuskan untuk tidur saat siang dan melanjutkan perjalanan lagi sore menjelang malam,” bebernya.

Selain itu, disetiap titik perhentian dirinya juga tak lupa mengecek kondisi sepeda kesayangannya.

Sandi mengaku, lebih memilih mudik menggunakan sepeda lantaran keunikan serta memiliki nilai perjuangan tersendiri.

“Semoga ini menjadi berkah dan bermanfaat bagi saya dan keluarga besar di kampung halaman,” katanya.

Sesampainya di rumah, sang ibu Sulastri langsung memeluk Sandi.

Tangis haru pun tak terpecah mewarnai kepulangan sang anaknya itu.

Sulastri mengaku kawatir terjadi hal yang tidak diinginkan selama anaknya mudik menggunakan sepeda ontelnya.

Orang tua Sandi mengaku tidak mempermasalahkan anaknya mudik menggunakan sepeda. Meski diakuinya sempat timbul kekawatiran akan kondisi tubuh Sandi.

“Sangat senang tetapi kawatir dengan kondisi anak saya yang harus menempuh perjalanan selama empat hari,” ungkap Sulastri.

Sementara itu, Pardiyanto tak lain adalah bapak Sandi mengaku, dirinya hanya berharap Sandi dapat menjaga kondisi fisiknya sebelum kembali lagi bekerja ditanah rantau.

“Kalau saya senang bisa berkumpul lagu dengan anak. Meski anak saya harus rela bersepeda tetapi ini merupakan kebanggan bagi kami sekeluarga, semuga Sandi kelak jadi anak yang sukses dan rajin bekerja di perantauan,” tutup Pardiyanto. (Bayu)

Related Post