Cara Menghadapi Tindak Bully di Lingkunganmu

603 views



Gunungkidulpost.com – Ketika berada di sekolah, kampus maupun tempat bekerja, bullying akan selalu ada. Di Amerika saja tercatat 45 persen pekerja mengalami workplace abuse atau perilaku penindasan di tempat bekerja. Selain itu,  40 persen yang melakukan bully adalah perempuan lho. Hemh…bagaimana dengan Indonesia ya ? Berikut ini CG! akan membahas lebih dalam mengenai bullying yang kerap terjadi di lingkunganmu, sebelum kamu menjadi salah satu korbannya, let’s read this article…

 
Orang yang mem-bully terkadang nggak menyadari kalau apa yang ia lakukan atau ia katakan dapat melukai perasaan orang lain. Ia hanya melakukan atau mengatakan apa yang ia mau tanpa memikirkan efek bagi si korban. Seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya, cewek lebih banyak menjadi pelaku bully yang korbannyapun sama-sama cewek. Pelaku bully biasanya ingin melemahkan, mencaci maki, dan mengintimidasi  cewek ‘lemah’ yang berada di tengah-tengah mereka (red.pelaku). Efek yang dirasakan dari korban ternyata nggak hanya mempengaruhi kehidupan di lingkungannya saja melainkan dapat menggangu kesehatan korban, menimbulkan perasaan cemas berlebihan, insomnia, tekanan darah yang nggak stabil, dan ketakutan yang sulit dihindari ketika si korban berada di lingkungan tersebut.

Inilah tanda-tanda kalau sedang menjadi korban penindasan!

–  Bullying selalu terjadi lagi dan lagi, misalnya ketika teman kamu bilang kamu kok gendutan deh kayak gajah, keesokannya dia bilang kalau badan kamu besar mirip bus, dan setelah dia mem-bully dia tertawa lepas tanpa memikirkan perasaan kamu. Inipun terjadi terus-menerus.

– Kamu selalu mendapatkan perlakukan abuse.  Abuse dapat mencakup berteriak; mengintimidasi, seperti kritik marah dan hinaan pribadi, bahkan melakukan sabotase.

– Secara umum, cewek memang jarang bullying dengan kekerasan fisik, cewek lebih cenderung melakukan bully dalam bentuk verbal. Tapi, nggak sedikit juga cewek yang melakukan bully dengan menggunakan verbal, kontak mata, dan menunjuk-nunjuk. 

Daripada meratapi kesedihan karena kamu terus-terusan menjadi korban bully, yuk hadapi mereka!

1. Jangan emosional. Pem-bully selalu mengambil kesenangan dengan cara memancing emosional kita sebagai korban. Tetap tenang dan rasional untuk meredakan situasi. Kalau kita marah, dia akan semakin senang dan merasa menang.

2. Jangan menyalahkan diri sendiri.Saat berada dalam tekanan si tukang bully, janganlah membenarkan apa yang ia katakana dan terus menyalahkan diri sendiri. Kita justru nggak boleh kehilangan rasa percaya diri, atau berpikir kita nggak mampu. Mereka biasanya akan mencari-cari kesalahan kita dan menutup semua prestasi kita. Jadi jangan terlalu mengambil hati apa yang mereka katakan.

3. Membuat dukungan lain di luar kelompok pem-bully.  Salah satu alasan kenapa pelaku terus melakukan tindak bully kepada kamu adalah ingin kamu mundur dan pergi dari lingkungan kamu. Agar kamu merasa kuat dari segala perlakukan abuse, bangunlah hubungan dengan teman yang lain sehingga kita memiliki dukungan yang bisa membuat pelaku nggak punya banyak nyali untuk melakukan bully.

4. Carilah bantuan. Jika kita berpikir kita sedang ditindas, kita bisa berbicara dengan orang lain yang dapat membantu kita mengelola situasi ini.

5. Lakukan konseling. Ini akan membantu kita mengatasi stres, terutama jika bullying sudah mempengaruhi kesehatan fisik dan mental kita.

6. Sering melakukan me time. Kita harus menyempatkan untuk memanjakan diri sendiri dari segala toxic yang mengganggu. Luangkan waktu buat melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti berolahraga, makan ditempat favorit dan masih banyak lagi. Lupakan sejenak orang-orang yang mengganggu hidupmu. 

7. Jangan berharap untuk mengubah pelaku. Mengubah perilaku sesorang adalah cara yang sangat sulit dan membutuhkan waktu. Kita nggak memiliki hak buat mengatur mereka untuk berhenti mem-bully kita. Jika kita nggak bisa mengubah mereka, kita masih bisa mengelola situasi. Misalnya, ketika orang yang suka bully sedang melakukan tindakan abuse, kita bisa memasang headset atau memutar lagu keras-keras dan nggak menanggapi si pem-bully. Ya, semoga saja nanti dia merasa lelah sendiri buat nge-bully kita. 

Referensi : http://www.cosmogirl.co.id/artikel/read/8764/Cara-Menghadapi-Tindak-Bully-di-Lingkunganmu

Related Post