Cerita Dibalik Sejarah Goa Rancang

149 views

Gunungkidulpost.com – Playen – Goa Rancang yang terletak di kawasan air terjun Sri Getuk Padukuhan Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, sudah dihuni sejak 3.000 tahun lalu.

Goa yang dihuni pada jaman pra sejarah tersebut hingga saat ini telah dimanfaatkan sebagai kawasan pariwisata.

Winarsih, Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman, Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya, Dinas Kebudayan Gunungkidul menyebutkan Arkeologi UGM Yogyakarta pada tahun 2001 sudah pernah melakukan penelitian dan hasilnya goa tersebut sudah pernah dihuni manusia sejak 3.000 tahun yang lalu dengan bukti temuan tulang manusia.

“Pada awal adab 18 yaitu sekitar tahun 1739 Goa Rancang digunakan oleh laskar mataram,” katanya kepada wartawan, Jumat (13/4/2018).

Dia mengakui, tulisan prasasti gua yang ada di ruang ketiga merupakan tulisan penduduk Menggoran yang bernama Marji sekitar tahun 1970an.

“Prasasti ditulis pak Marji warga sekitar. Penulisan kira-kira tahun 1970,” jelasnya.

Menurut Winarsih, keberadaan Goa Rancang tersebut membawa dampak yang baik bagi warga sekitar. Pasalnya saat ini seiring dengan perkembangan wisata yang ada di Gunungkidul, jumlah pengunjung pun ikut meningkat.

“Saat booming pariwisata ini, jumlah pengunjung pun mulai meningkat,” imbuhnya.

Untuk menikmati keindahan gua dan air terjun Sri Getuk, pengunjung cukup membayar Rp 15.000, sudah bebas parkir dan toilet. Sebagian hasil retribusi digunakan untuk membayar retribusi pemkab, dan pengembangan kawasan wisata sri getuk. (Bayu Prihartanto)

Related Post