Curah Hujan Rendah, Petani Jagung Hibrida Malah Diuntungkan

214 views

Gunungkidulpost.com – Paliyan – Meski curah hujan pada musim penghujan tahun 2019 ini dirasakan cukup rendah, tetapi justru membawa berkah tersendiri bagi para petani yang membudidayakan jagung hibrida dan tanaman palawija lainnya di Gunungkidul.

Seperti yang dirasakan anggota kelompok tani Sido Makmur di Padukuhan Pulebener, Desa Giring,Kecamatan Paliyan. Mereka akhirnya bisa tersenyum puas setelah sebagian lahan di Gunung Bagus,seluas 132 Ha yang mereka tanami jagung dapat menghasilkan jagung lepas klobot kering seberat 13,560 ton dengan kondisi harga Rp 3000/kg.

Tiyono Ketua Kelompok Tani Sido Makmur menyampaikan, wilayah Gunung bagus seluas 150 Ha dikelola oleh 6 kelompok tani hutan kemasyarakatan yang terdiri dari 2 kelompok dari wilayah Kecamatan Paliyan dan 4 kelompok dari wilayah Kecamatan Saptosari.

“Dari luasan 150 Ha yang mendapatkan bantuan fasilitas berupa benih unggul hibrida seluas 132 Ha, harapan kami untuk musim tanam yang akan datang tetap mendapatkan bantuan benih,”kata Tiyono saat menghadiri panen raya jagung hibrida, Senin,(25/2/2019).

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pertania Profinsi DIY,Ir. Sasongko menuturkan, sebaiknya petani menjual jagung secara bertahap.

Selain itu, untuk menyiasati penurunan harga jual jagung petani sebaiknya menjual jagung tidak hanya dalam bentuk pipilan saja.

“Akan lebih meningkatkan nilai jual jagung apabila petani menjualnya dalam bentuk beras atau produk olahan lain seperti kerupuk jagung, emping jagung dan lain sebagainya,” ujarnya.

Diwaktu dan kesempatan yang sama,Bupati Gunungkidul Hj.Badingah S.Sos menyampaikan, hampir semua wilayah sentra produksi palawija di Gunungkidul, khususnya jagung hibrida,pada musim tanam 1 tahun ini membawa hasil yang memuaskan.

“Hal itu karena didukung curah hujan yang cukup dan teknik budidaya dari petani yang tepat dan cermat,” kata Badingah.

Bupati berharap,hasil panen jagung tahun ini mampu mendorong peningkatan produksi jagung dari Gunungkidul bahkan mampu mendukung pasokan bahan baku industri pengolahan pangan maupun pakan ternak yang berbahan dasar jagung.

“Terimakasih atas perhatian khusus dari Kementerian Pertanian.Dukungan fasilitasi baik dalam proses produksi maupun pasca produksi, akan lebih meningkatkan keekonomian usaha budidaya jagung ke depan, sehingga semakin menarik minat petani untuk lebih giat membudidayakan jagung,” ucap Badingah.

Dalam kegiatan panen raya kali ini, Kadis Tan DIY memberikan bantuan berupa alat pertanian dan benih jagung untuk kelompok tani di wilayah Kecamatam Paliyan dan Saptosari. (Bayu)

Related Post