Dampak Cuaca Buruk, Pencari Rumput Laut Tersendat

261 views

Gunungkidulpost.com – Tanjungsari – Musim rumput laut pada bulan ini di rasa tidak menggembirakan bagi pencari rumput laut.

Pasalnya gelombang laut sangat mempengaruhi mata pencaharianya sebagai pencari rumput laut.

Umumnya di saat gelombang surut mereka baru bisa mengambil rumput laut di kawasan pantai selatan. Namun kondisi cuaca yang tidak menentu membuat para pencari rumput laut hanya menunggu dan pasrah lantaran keadaan alam.

Penuturan Wagiyem salah seorang yang berprofesi sebagai pencari rumput laut di pantai Nglolang, mengaku bahwa profesinya sudah lama di jalani guna menambah biaya kebutuhan sehari-hari. Fungsi dan kegunaan rumput laut sendiri menurut Wagiyem tidak tau menau untuk apa, ia hanya mencari lalu di jual ke pengepul dengan harga Rp 1.300 perkilo.

“Saya hanya mencari dan ada pengepul datang untuk membeli hasil kami,” kata dia saat ditemui wartawan, Rabu (3/1/2019).

Menurut dia, kendala hujan yang mengguyur beberapar hari yang lalu membuat hasil pencarian rumput tersendat.

Bahkan sehari-hari biasa dirinya mampu mendapatkan satu karung beras, namun akibat cuara buruk hanya mendapatkan kurang dari setengah karung beras.

“Pagi gelombang agak tinggi namun saat sore hari gelombang surut dan ini yang menjadi kendala tersendiri apalagi akau hujan terus-terusaan seperti saat ini sulit untuk mendapatkan rumput laut,” ujarnya.

Terpisah salah seorang yang berprofesi sama sebagai pencari rumput laut di Pantai Watu Kodok, Narto menurutkan keluhan memang sama tentang cuaca.

Hasilnya mencari rumput laut biasanya saya jual dalam keadaan kering, namun dalam beberapa hari ini hujan terus menerus membuat proses pengeringan terganggu.

“Profesi saya kendalanya hanya gelombang laut yang tinggi dan cuaca yang tidak menentu mas. Sehingga sulit mendapatkan hasil rumput laut yang baik,” pungkas Narto. (G2)

Related Post